Ekonomi

Kadin Jateng Jadi Ujung Tombak Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

BERITASEMARANG.ID  – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah resmi diposisikan sebagai mitra strategis sekaligus “ujung tombak” dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah. Sektor dunia usaha diminta untuk tidak lagi bergerak sendiri-sendiri, melainkan melakukan aksi kolektif untuk menekan angka kemiskinan yang saat ini berada di level 9,39 persen.

​Dalam acara silaturahmi Kadin Jawa Tengah di Hotel Patra Semarang, Kamis (16/4), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa peran pengusaha sangat krusial. Ia meminta Kadin berada di garda terdepan dalam strategi intervensi yang komprehensif.

​Strategi “Keroyokan” dan Optimalisasi CSR

​Gubernur menekankan bahwa kemiskinan tidak bisa lagi diatasi secara parsial hanya melalui bantuan pangan. Diperlukan strategi “keroyok” yang melibatkan berbagai aspek kehidupan masyarakat.

​”Kadin kami minta untuk tampil di depan. Memerangi kemiskinan itu tidak bisa hanya sandang, pangan, papan. Ada kesehatan, ada pendidikan. Kita harus keroyok bersama,” tegas Luthfi.

Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan

​Secara khusus, Pemprov Jateng mendorong Kadin untuk menata ulang penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) agar lebih tepat sasaran, terutama bagi masyarakat dalam kategori miskin ekstrem di seluruh kabupaten/kota.

​Komitmen Dunia Usaha

​Menanggapi tantangan tersebut, Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, Harry Nuryanto Soediro, menyatakan kesiapan organisasinya untuk menyelaraskan langkah dengan kebijakan pemerintah provinsi. Ia menegaskan bahwa Kadin bukan sekadar organisasi pengusaha, melainkan mitra pembangunan yang bertanggung jawab atas kesejahteraan sosial di wilayahnya.

​”Kami berharap Kadin sebagai mitra strategis pemerintah bisa terus mendorong dan membantu program-program pemerintah provinsi, termasuk dalam mengentaskan kemiskinan,” ujar Harry.

​Sinergi Program 2026

Harlah ke-76: Fatayat NU Rembang Jadi Garda Depan Perlindungan Perempuan dan Anak

​Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat program-program yang sudah berjalan, seperti:

-. ​Perbaikan Hunian: Mendukung target renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang pada tahun lalu mencapai 17.000 unit.

-. ​Akses Kesehatan: Penyelarasan CSR dengan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk menjangkau masyarakat pelosok.

-. ​Pendidikan: Pemberian beasiswa atau pelatihan keterampilan kerja bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk memutus rantai kemiskinan.

​Dengan komitmen kuat dari Kadin, langkah pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah diharapkan menjadi lebih terarah dan berkelanjutan, bukan sekadar bantuan jangka pendek, melainkan pemberdayaan ekonomi yang nyata.

Perkuat Jejaring Global, UPGRIS Sambut Mahasiswi Filipina dalam Program Sea-Teacher 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement