Ekonomi Jateng

Ekspor Jawa Tengah Maret 2026 Melambat, Impor Melonjak Tajam 27,32 Persen

BERITASEMARANG.ID  – Kinerja perdagangan luar negeri Jawa Tengah pada Maret 2026 menunjukkan dinamika yang kontras. Di saat nilai ekspor mengalami sedikit kelesuan, aktivitas impor justru menunjukkan lonjakan signifikan yang didominasi oleh kebutuhan bahan baku industri.

​Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ali Said, MA, dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang disampaikan secara daring pada Senin (4/5), mengungkapkan bahwa nilai ekspor Jawa Tengah pada Maret 2026 tercatat sebesar 982,89 juta US Dollar. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 2,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year).

​Sektor Non-Migas Jadi Penahan Laju Ekspor 

​Penurunan ekspor ini utamanya dipicu oleh melemahnya pengiriman komoditas non-migas yang turun 4,44 persen menjadi 935,75 juta US Dollar. Sektor pertambangan menjadi yang terdalam terkoreksi hingga 81,29 persen, disusul sektor pertanian (33,99 persen), dan industri pengolahan (3,88 persen).

​”Dari enam komoditas unggulan non-migas Jawa Tengah, hanya alas kaki (HS 64) yang masih mampu tumbuh positif sebesar 2,36 persen. Sementara lima komoditas lainnya, termasuk pakaian jadi, mengalami penurunan,” papar Ali Said.

Hadiri Silatnas Annitho Aswaja, Taj Yasin Kumpul Bareng Ribuan Anggota Thariqah di Semarang

​Secara kumulatif (Januari–Maret 2026), kinerja ekspor sebenarnya masih tumbuh 6,7 persen dengan total nilai 3,19 miliar US Dollar. Amerika Serikat tetap menjadi mitra dagang utama dengan kontribusi mencapai 62,3 persen dari total ekspor non-migas, disusul oleh Jepang dan Tiongkok.

​Impor Bahan Baku Meningkat 

​Berbanding terbalik dengan ekspor, nilai impor Jawa Tengah pada Maret 2026 melesat hingga 1,35 miliar US Dollar, naik drastis 27,32 persen dibanding Maret 2025.

​Lonjakan ini didorong oleh kenaikan impor non-migas yang mencapai 38,21 persen. Berdasarkan penggunaan barang, kenaikan ini didominasi oleh kebutuhan bahan baku/penolong yang naik 19,63 persen, serta peningkatan pada barang modal dan barang konsumsi.

​”Secara kumulatif sepanjang triwulan pertama 2026, nilai impor telah mencapai 3,78 miliar US Dollar atau naik 20,73 persen. Tiongkok, Rusia, dan Korea Selatan menjadi negara asal impor non-migas utama bagi Jawa Tengah,” tambah Ali Said.

Jelang Muktamar VIII IPHI, Prof Imam Taufiq Dorong Penguatan Peran Organisasi dalam Pembinaan Haji

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement