Ekonomi Nasional

Tumbuh, Tangguh, Mendunia: Menilik Masa Depan UMKM Jawa Tengah di Tangan Nawal Yasin

BERITASEMARANG.ID – Ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah terus diperkuat demi menciptakan pondasi ekonomi yang kokoh. Melalui kolaborasi strategis antara Dekranasda Jateng dan Bank Indonesia, para pelaku usaha lokal kini diarahkan untuk tidak sekadar bertahan, namun mampu tumbuh, tangguh, dan merambah pasar internasional.

​Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menegaskan bahwa penguatan ini dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan ajang UMKM Grande 2026 di Atrium Mall Paragon Semarang, Jumat (8/5/2026).

​Strategi Hulu ke Hilir: Inkubasi hingga Permodalan

​Nawal menjelaskan bahwa proses mencetak UMKM yang berdaya saing global memerlukan tahapan yang terukur. Dekranasda bersama BI fokus pada tiga pilar utama:

1. ​Pelatihan & Inkubasi: Memastikan kualitas produksi konsisten.

Indonesia Raya Berkumandang di Portugal, M Kiandra Ramadhipa Juara di Moto3 Junior World Championship 2026

2. ​Kurasi Produk: Menyeleksi produk agar sesuai dengan standar pasar global.

3. ​Akses Permodalan: Memberikan dukungan finansial melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

​“Kita adakan kurasi bersama Bank Indonesia. Setelah kurasi ini, kita kemudian berikan akses untuk permodalan agar mereka bisa berkembang lebih besar,” ujar Nawal.

​Data menunjukkan dukungan permodalan di Jateng sangat masif. Sepanjang 2015 hingga 2025, penyaluran KUR di Jawa Tengah mencapai Rp361,36 triliun kepada 10,31 juta debitur. Tren positif ini berlanjut hingga Oktober 2025 dengan nilai akad kredit mencapai Rp34,73 triliun.

​Inspirasi Lokal yang Mendunia

Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor, Taj Yasin Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijrah

​Keberhasilan UMKM Jawa Tengah bukan sekadar wacana. Nawal mencontohkan beberapa unit usaha yang sukses menembus pasar luar negeri, di antaranya:

-. ​Naruna Ceramic (Salatiga): Telah mengekspor produk kerajinan keramik ke 18 negara.

-. ​Roro Kenes (Semarang): Produk tas anyaman kulit kualitas premium yang menjadi primadona wisatawan mancanegara.

​Untuk memperluas jejak ini, ajang UMKM Grande 2026 yang berlangsung hingga 11 Mei mendatang tidak hanya menampilkan pameran, tetapi juga menghadirkan buyer dari luar negeri melalui sesi business matching.

​Fokus pada Sektor Wastra

Cetak Lulusan Siap Kerja, FE USM dan Indosat Semarang Resmi Jalin Kerja Sama

​Sementara itu, Deputi KPw BI Jateng, Andi Reinasari, menambahkan bahwa sektor wastra (kain tradisional) seperti batik dan tenun menjadi prioritas utama. Menurutnya, wastra adalah identitas sekaligus kekuatan ekonomi kreatif Jawa Tengah yang memiliki daya tarik tinggi bagi pasar global.

​“Kami bersama Dekranasda terus bekerja sama mendorong UMKM naik kelas, khususnya di bidang wastra. Ini yang sedang kita angkat karena kita memiliki keunggulan kompetitif di sana,” tutur Andi.

​Senada, Wakil Ketua II Dekranas Pusat, Sri Suparni Bahlil Lahadalia, berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat terus meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal di tengah gempuran produk impor.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement