BERITASEMARANG.ID – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog Kantor Cabang Semarang resmi melepas penyaluran perdana program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan kepada peternak di wilayah kerja Bulog Semarang, Senin (11/5). Program ini diluncurkan sebagai upaya konkret pemerintah dalam membantu peternak ayam petelur menghadapi kenaikan harga bahan baku pakan.
Pelepasan perdana ini dilakukan oleh Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono, didampingi Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah Sri Muniati, serta Pimpinan Cabang Perum Bulog Semarang Rendy Ardiansyah. Bantuan ini dinilai sangat krusial mengingat kondisi peternak yang tengah terhimpit rendahnya harga jual telur di pasaran.
Direktur SPHP Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa hari ini harga jagung di tingkat peternak menyentuh angka Rp6.300 hingga Rp6.600 per kilogram. Melalui program SPHP, Bulog mengintervensi dengan menyalurkan jagung ke koperasi seharga Rp5.000 per kilogram agar bisa dijual ke peternak dengan harga maksimal Rp5.500.
Secara nasional, pemerintah menargetkan penyaluran SPHP jagung sebanyak 242 ribu ton. Program ini difokuskan bagi peternak mandiri skala mikro, kecil, dan menengah yang tidak terafiliasi sebagai mitra perusahaan besar. Tujuannya agar biaya produksi peternak bisa ditekan sehingga beban mereka berkurang.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan pagu sebanyak 36.723 ton untuk wilayah Jawa Tengah. Saat ini, stok yang tersedia di gudang mencapai 13 ribu ton dan akan terus dipasok melalui mekanisme pemindahan stok dari daerah surplus maupun penyerapan hasil panen petani lokal.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Semarang Rendy Ardiansyah menyatakan optimisme bahwa target penyaluran di wilayah Semarang sebesar 21.500 ton akan terealisasi sepenuhnya tahun ini. Penyerapan lokal di sentra produksi seperti Grobogan pada bulan Juni mendatang akan menjadi salah satu tumpuan utama pasokan.
Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi, menyambut baik langkah ini. Mewakili 631 peternak, ia mengakui kondisi sektor perunggasan rakyat sedang kritis dan bantuan ini sangat meringankan beban operasional mereka.

Komentar