BERITASEMARANG.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU) Jawa Tengah. Langkah ini diambil untuk mendongkrak tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat, sekaligus membentengi warga dari bahaya aktivitas keuangan ilegal.
Kolaborasi tersebut dikukuhkan melalui deklarasi bersama dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Fatayat NU di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Sabtu lalu.
Momen penting ini disaksikan langsung oleh:
-. Ahmad Luthfi (Gubernur Jawa Tengah)
-. KH. Muhammad Fahrur Rozi (Ketua PWNU Jawa Tengah)
-. Pengurus wilayah serta cabang Fatayat NU se-Jawa Tengah.
Kerja sama ini berfokus pada program edukasi keuangan, pengembangan kader duta literasi, dan penyebarluasan informasi mengenai produk jasa keuangan yang aman. Jaringan luas yang dimiliki Fatayat NU dinilai menjadi modal kuat untuk menyentuh berbagai lapisan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
Sebagai langkah awal, OJK langsung tancap gas menggelar edukasi keuangan kepada sekitar 500 pengurus Fatayat NU se-Jawa Tengah. Materi yang diberikan mencakup:
-. Pengelolaan keuangan yang bijak.
-. Pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang aman.
-. Kewaspadaan terhadap ancaman pinjaman online (pinjol) ilegal dan investasi bodong.
Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, menyatakan bahwa Fatayat NU memiliki potensi besar sebagai agen perubahan karena posisinya yang sangat dekat dengan masyarakat.
“Jaringan Fatayat NU yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota merupakan potensi besar untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada masyarakat. OJK akan terus mendorong penguatan kapasitas kader agar mereka dapat berperan sebagai agen literasi keuangan yang efektif,” ujar Hidayat dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/6/2026).
Hidayat menambahkan, lewat bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh para kader dan daiyah, diharapkan masyarakat Jawa Tengah bisa lebih cerdas finansial demi mendongkrak kesejahteraan mereka.
Merespons hal tersebut, Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah, Tazkiyatul Muthmainnah, mengapresiasi dukungan penuh dari OJK. Menurutnya, kedekatan Fatayat NU dengan masyarakat melalui kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan perempuan adalah modal utama yang sangat efektif.
“Kader Fatayat NU memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat… Kedekatan tersebut menjadi modal penting untuk menyebarluaskan edukasi keuangan yang inklusif, mudah dipahami, dan memberikan manfaat nyata,” kata Tazkiyatul.
Sebagai bentuk komitmen, Fatayat NU Jateng siap menyiapkan perwakilan dari setiap cabang untuk didelegasikan sebagai Duta Literasi Keuangan yang aktif bergerak di wilayah masing-masing.
Ke depan, program ini akan diperkuat lewat sinergi antara seluruh kantor OJK di wilayah Jawa Tengah dengan pengurus Fatayat NU tingkat daerah. Target utamanya adalah memperluas jangkauan edukasi bagi kaum perempuan, keluarga, pelaku UMKM, hingga berbagai komunitas masyarakat agar semakin cerdas dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.

Komentar