BERITASEMARANG.ID — Perjalanan menembus kawasan perbukitan Desa Gunungwangi, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, kini tak lagi menyisakan isolasi komunikasi. Medan jalan yang berliku dengan tanjakan dan turunan ekstrem kini berbanding terbalik dengan kemudahan akses informasi yang mulai dirasakan masyarakat setempat.
Selama puluhan tahun, kondisi geografis berupa lembah dan perbukitan membuat warga Gunungwangi kesulitan mendapatkan sinyal telekomunikasi. Namun, lembaran cerita lama itu resmi berganti. Telkomsel melangkah maju dengan membangun dan mengoperasikan menara Base Transceiver Station (BTS) di wilayah tersebut untuk menghadirkan konektivitas digital yang stabil.
Kepala Desa Gunungwangi, Priyo D Prayitno, menyampaikan apresiasi mendalam atas hadirnya infrastruktur jaringan telekomunikasi di desanya. Menurutnya, akses sinyal ini menjadi titik balik penting bagi peningkatan kesejahteraan warga.
“Terima kasih kepada Telkomsel. Dengan hadirnya sinyal, masyarakat tidak hanya lebih mudah berkomunikasi, tetapi juga punya kesempatan lebih besar untuk mengembangkan potensi desa dan UMKM,” kata Priyo.
Desa Gunungwangi menyimpan potensi komoditas unggulan yang melimpah, mulai dari gula aren, kopi gunung, hingga peternakan kambing Etawa. Kehadiran internet diproyeksikan mampu menjembatani para petani dan pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk unggulan mereka ke pasar yang lebih luas secara digital.
Menopang hadirnya infrastruktur baru tersebut, serangkaian program pemberdayaan turut digelar pelatihan digital marketing bagi pelaku UMKM serta sosialisasi “Internet Baik” untuk guru dan siswa SMPN 39 Purworejo. Penyaluran bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa paket sembako kepada 100 warga yang membutuhkan. Kegiatan kebersamaan warga dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.
General Manager Region Network Operations and Productivity Jawa Tengah and DIY Telkomsel, M. Idham Kadir, menegaskan bahwa pemerataan jaringan merupakan komitmen utama dalam menghadirkan kemanfaatan nyata bagi masyarakat luas.
“Harapannya, kehadiran BTS ini bisa membuka berbagai peluang yang ada di Gunungwangi. Karena konektivitas bukan sekadar soal sinyal, tapi bagaimana sinyal tersebut bisa menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ujar Idham.
Dari medan terjal yang dulu terisolasi, kini harapan baru tumbuh mekar. Terhubungnya Desa Gunungwangi menjadi bukti bahwa akses jaringan mampu membuka pintu kemajuan, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi hingga ke pelosok perbukitan.

Komentar