BERITASEMARANG.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menguji coba penggunaan teknologi bata interlock untuk menekan backlog perumahan sekaligus mempercepat pembangunan Rumah Layak Huni (RLH).
Teknologi hasil kolaborasi dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ini sukses memangkas biaya dan waktu konstruksi secara signifikan.
Uji coba perdana diterapkan pada pembangunan rumah bantuan berukuran 30 meter persegi di Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Rumah yang diresmikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Kamis (13/8/2026), tersebut berhasil dirampungkan hanya dalam waktu satu setengah bulan.
”Gus Yasin” menyebut teknologi ini terbukti lebih hemat. Jika pembangunan konvensional memakan biaya hingga Rp90 juta (Rp3 juta/m²), teknologi bata interlock menekan anggaran menjadi hanya sekitar Rp60 juta—menghemat biaya hingga 33 persen.
Efisiensi ini menjadi evaluasi penting Pemprov Jateng sebelum memperluas pengaplikasian bata interlock ke daerah lain. Inovasi ini diharapkan bisa diadopsi oleh pemerintah daerah hingga pusat agar penerima manfaat tidak terbebani.
Langkah ini memperkuat komitmen penanganan perumahan Pemprov Jateng pada tahun 2026 yang menyasar:
-. Peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH): 5.111 unit se-Jateng (235 unit di Wonogiri).
-. Pembangunan Rumah Baru (Backlog): 120 unit se-Jateng (20 unit di Wonogiri).
Bantuan ini dirasakan langsung oleh warga penerima manfaat seperti Isnano Dalhari Nuryanto (38), seorang buruh tani asal Selogiri. Berkat inovasi ini, Isnano yang sebelumnya menumpang kini resmi memiliki rumah impian yang layak bagi keluarga kecilnya.

Komentar