Pendidikan

Akselerasi Inovasi Global: UNDIP Jajaki Strategi Kolaborasi Industri-Akademisi di Jepang

BERITASEMARANG.ID  – Universitas Diponegoro (UNDIP) terus memperkuat posisinya di kancah internasional. Melalui Direktur Inovasi, Hilirisasi, dan Kerja Sama, drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D., UNDIP resmi terlibat dalam program bergengsi Knowledge Co-Creation Program (KCCP) bertajuk “University Management in Industry, Academia Collaboration” di Jepang yang berlangsung hingga pertengahan Januari 2026.

​Program ini bukan sekadar pelatihan biasa. Bersama 12 pemimpin perguruan tinggi terpilih dari Indonesia, UNDIP membedah langsung “resep rahasia” Jepang dalam menyatukan dunia kampus, industri, dan kebijakan pemerintah (Triple Helix) untuk menciptakan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

​Berguru pada Raksasa Teknologi Dunia

​Selama di Negeri Sakura, delegasi Indonesia melakukan serangkaian kegiatan strategis yang komprehensif:

  • Diplomasi Kebijakan: Berdiskusi langsung dengan kementerian terkait di Jepang untuk memahami bagaimana regulasi pemerintah mampu menjadi motor penggerak kolaborasi riset.
  • Kunjungan Industri Strategis: Meninjau langsung dapur inovasi di sektor semikonduktor Kyushu dan YASKAWA Electric Corporation, raksasa teknologi robotika dunia.
  • Benchmarking Universitas Top: Bertukar pikiran dengan institusi elit seperti Kumamoto University, Kyushu Institute of Technology, dan pusat sinkrotron raksasa NanoTerasu di Tohoku University.
  • Eksplorasi Science Technopark: Melihat bagaimana setiap prefektur di Jepang membangun pusat inovasi terpadu sebagai wadah pengembangan startup dan hilirisasi riset.

​Transformasi UNDIP: Dari Riset Menuju Dampak Nyata

​Puncak dari kegiatan ini adalah pemaparan Action Plan oleh drh. Dian Wahyu Harjanti di hadapan pimpinan JICA (Japan International Cooperation Agency). Dalam presentasinya, ia menegaskan visi baru UNDIP untuk masa depan.

​“Universitas Diponegoro berkomitmen penuh untuk bertransformasi. Kita tidak lagi hanya menjadi universitas berbasis riset (research-based university), melainkan universitas yang memberikan dampak nyata (impactful university) melalui inovasi, hilirisasi teknologi, dan kemitraan strategis,” tegas drh. Dian.

MUI Jateng Serukan Umat Islam Baca Qunut Nazilah, Kutuk Agresi AS-Israel terhadap Iran

 

​Memperkuat Ekosistem Inovasi di Kampus

​Melalui Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Kerja Sama, UNDIP kini tengah mematangkan tiga pilar utamanya untuk menyongsong hasil dari kolaborasi Jepang ini:

  1. Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI): Melindungi aset intelektual dosen dan mahasiswa.
  2. Technology Transfer Office (TTO): Menjadi jembatan agar hasil riset laboratorium bisa masuk ke pasar industri.
  3. Pengelola Kerja Sama: Mempererat hubungan antara akademisi, pengusaha, dan pemerintah.

​Langkah strategis di Jepang ini diharapkan menjadi katalisator bagi UNDIP untuk melahirkan lebih banyak inovasi lokal yang mampu bersaing di level global, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan di Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement