Ekonomi Jateng

Gagas Rumah Bersama Ekspor (CJTEC), Kadin Jateng Siap Integrasikan UMKM ke Rantai Pasok Global

BERITASEMARANG.ID  – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah resmi meluncurkan Central Java Trade and Export Center (CJTEC) atau Rumah Bersama Ekspor Jawa Tengah di Grand Candi Hotel Semarang, Jumat (30/1/2026). Inisiatif ini digagas sebagai solusi konkret Kadin untuk menjawab tantangan digitalisasi dan ketatnya standarisasi pasar internasional yang selama ini menghambat UMKM.

​Ketua Kadin Jateng, Harry Nuryanto, mengungkapkan bahwa lahirnya CJTEC didasari oleh realitas di lapangan di mana banyak pelaku usaha, khususnya sektor UMKM, masih tertinggal dalam hal literasi digital dan pemenuhan standar produk global.

​”Kami berharap melalui ekosistem CJTEC, semua pihak bisa berkolaborasi untuk melangkah lebih cepat dan lebih jauh menembus pasar global. Ini adalah wadah integrasi untuk memperkuat daya saing produk lokal,” ujar Harry di sela-sela peluncuran.

​Enam Fungsi Strategis CJTEC

​Menurut Harry, CJTEC tidak sekadar menjadi kantor perwakilan, melainkan pusat kendali ekspor yang memiliki enam fungsi utama bagi pelaku usaha di Jawa Tengah:

  1. Pusat Data dan Intelijen Ekspor: Menyediakan informasi tren pasar dunia secara real-time.
  2. Rumah Kurasi: Memastikan produk UMKM memenuhi standar kualitas negara tujuan.
  3. Hub Jejaring Ekspor: Menghubungkan produsen dengan buyer internasional.
  4. Peningkatan Kapasitas: Pelatihan berkelanjutan bagi pelaku usaha.
  5. Fasilitas Pembiayaan: Membantu akses permodalan ekspor.
  6. Kebijakan Vokasi: Menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang perdagangan internasional.

​Dukungan Dekranasda: Jembatan UMKM “Naik Kelas”

​Peluncuran ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh Ketua Dekranasda Jateng, Nawal Arafah Yasin. Ia menekankan bahwa CJTEC akan menjadi mitra strategis Dekranasda dalam melakukan business matching antara pengrajin dengan eksportir.

Rayakan Grand Opening Zing Padel, Kompetisi Kelas Beginner Jadi Magnet di Hari Pembukaan.

​”Harapannya CJTEC menjadi pendamping agar UMKM kita bisa naik kelas. Selama ini banyak UMKM yang potensial tapi masih ‘embrio’. Dengan kurasi yang tepat di CJTEC, mereka akan lebih berani bersaing di luar negeri,” kata Nawal.

​Nawal juga memaparkan data impresif kinerja ekspor nonmigas Jateng yang tumbuh 9,69 persen sepanjang Januari–November 2025, dengan total nilai mencapai 11.433,61 juta dolar AS. Produk kriya seperti Naruna Ceramic dan Roro Kenes menjadi contoh keberhasilan produk lokal yang sudah diakui pasar Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok.

​Sinergi Pembinaan Berjenjang

​Senada dengan visi Kadin, CJTEC juga akan mengadopsi pola pembinaan berjenjang sesuai arahan Pemprov Jateng. Di mana UMKM yang sudah mapan secara ekspor akan berperan sebagai mentor bagi UMKM yang baru merintis.

​”Bagaimana UMKM yang besar membina yang kecil. Ini menjadi program prioritas kami bersama Kadin di Jawa Tengah,” pungkas Nawal.

​Dengan hadirnya CJTEC yang diinisiasi Kadin ini, diharapkan Jawa Tengah memiliki ekosistem ekspor yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi produk unggulan daerah seperti Tenun Troso Jepara di panggung dunia.

Dukung Pengembangan Pegawai, Bea Cukai Tanjung Emas Lirik Program Strategis Pascasarjana USM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement