BERITASEMARANG.ID – Genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, sektor pendidikan di Ibu Kota Jawa Tengah mengalami transformasi besar-besaran. Melalui program unggulan “Semarang Cerdas”, pasangan ini berhasil mendobrak hambatan biaya pendidikan yang selama ini mencekik keluarga kurang mampu.
Salah satu pencapaian paling emosional adalah kembalinya ratusan ijazah yang sempat tertahan di sekolah karena tunggakan biaya. Hingga akhir 2025, sebanyak 374 ijazah telah dibagikan kepada pemiliknya, membuka kembali peluang kerja dan pendidikan bagi anak-anak Semarang.
Pendidikan Tanpa Sekat: SPP Dilunasi, Sekolah Swasta Digratiskan
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tidak hanya fokus pada sekolah negeri. Di bawah komando Agustina-Iswar, sekolah swasta kini menjadi mitra strategis yang diperkuat dengan subsidi besar.
-
- Sekolah Swasta Gratis: Sebanyak 129 sekolah swasta kini bisa diakses tanpa biaya berkat dana Hibah P-BOSP senilai Rp25,79 miliar. Rencananya, jangkauan ini akan diperluas menjadi 135 sekolah pada 2026.
- Pelunasan Tunggakan: Pemkot telah melunasi SPP 122 anak dari keluarga miskin dengan total anggaran Rp71,3 juta agar mereka tetap bisa mengikuti ujian dan naik kelas.
- Beasiswa Masif: Ribuan siswa dari jenjang SD hingga Perguruan Tinggi menerima beasiswa, dengan target perluasan mencapai lebih dari 13.000 penerima pada tahun 2026.
”Pendidikan adalah hak anak, bukan barang jaminan. Saya minta sekolah tidak lagi menahan ijazah. Jika ada masalah biaya, pemerintah hadir mencari solusi,” tegas Wali Kota Agustina Wilujeng.
Prestasi Nyata: IPM Tertinggi di Jawa Tengah
Kerja keras ini membuahkan hasil signifikan pada data makro pembangunan kota. Pada tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang menyentuh angka 85,80. Angka ini menempatkan Semarang di kategori “Sangat Tinggi” sekaligus yang tertinggi di Jawa Tengah.
Tak hanya itu, angka putus sekolah di tingkat SD kini mencapai 0%, sementara di tingkat SMP hanya menyisakan 0,01%. Tingginya aksesibilitas ini berbanding lurus dengan tingkat kepuasan publik yang mencapai 83,6% berdasarkan survei Litbang Kompas.
Fasilitas Nyaman dan Banjir Prestasi
Bukan sekadar kebijakan di atas kertas, renovasi fisik juga digenjot. Sepanjang 2025, Pemkot telah membangun dan memperbaiki:
-
-
- 43 Ruang Kelas Baru (RKB) tingkat SD.
- 336 Ruang Kelas yang direhabilitasi di 115 SD Negeri agar lebih layak dan nyaman.
- Peningkatan literasi (82,16%) dan numerasi (77,74%) melalui gerakan Bunda Literasi.
-
Di sisi lain, kreativitas anak muda dirangsang melalui 23 kompetisi olahraga dan seni, mulai dari POPDA, Tugu Muda Race, hingga kompetisi e-sports dan inovasi teknologi (Krenova).
Sinergi Lima Pilar: Semarang Cerdas Menuju Kota Tangguh
Program Semarang Cerdas tidak berjalan sendirian. Ia berkolaborasi dengan pilar Semarang Sehat (penanganan stunting), Semarang Bersih (birokrasi tanpa pungli), Semarang Makmur (ekonomi kerakyatan), dan Semarang Tangguh (infrastruktur bebas banjir).
”Dari generasi cerdas, kita bangun kesehatan. Dari generasi sehat, kita wujudkan kemakmuran. Semuanya berawal dari pendidikan,” pungkas Agustina.

Komentar