Jateng

Akademisi Nasional Puji Ahmad Luthfi, Dinilai Merakyat dan Humanis

BERITASEMARANG.ID – Gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendapat apresiasi dari sejumlah akademisi ilmu sosial dan politik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Ia dinilai memiliki karakter kepemimpinan yang merakyat, humanis, serta terbuka terhadap kolaborasi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan seusai Welcoming Dinner Forum Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia (Fordekiis) di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Jumat (23/10/2026).

Dekan FISIP Universitas Mulawarman, Finnah Fourqoniah, menilai Ahmad Luthfi mampu memahami persoalan daerah dan merumuskan program yang relevan untuk mengatasinya. Menurutnya, kepekaan terhadap kondisi masyarakat menjadi modal penting dalam kepemimpinan.

Senada, Ketua Fordekiis sekaligus mantan Dekan FISIPOL UGM, Wawan Mas’udi, menyebut Ahmad Luthfi sebagai sosok pemimpin yang membumi dan menjadikan persoalan masyarakat sebagai prioritas.

Wawan juga mengapresiasi pendekatan collaborative governance atau pemerintahan kolaboratif yang membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam perumusan kebijakan dan penyelesaian masalah pembangunan.

Pelanggan Perempuan KAI Daop 4 Semarang Tembus 2,63 Juta, Naik 9,37 Persen

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar, Supriadi Torro, menilai kepemimpinan Ahmad Luthfi menunjukkan pendekatan humanis dengan langkah penyelesaian masalah yang terukur dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Saat ini, Pemprov Jawa Tengah telah menjalin kerja sama dengan 123 perguruan tinggi melalui berbagai program, mulai dari Kuliah Kerja Nyata (KKN), pendampingan usaha, pendataan rumah tidak layak huni, hingga penanganan stunting.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pembangunan, seperti penanganan rob, pemenuhan kebutuhan tenaga kerja siap pakai, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan akademisi, khususnya di bidang ilmu sosial dan politik, semakin kuat sehingga kebijakan pembangunan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Program Pesantren Obah Buka Jalan Santri Jateng Kuliah ke Luar Negeri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement