Pendidikan Semarang

Atasi Genangan Air, Tim PkM Teknik Sipil USM Pasang Pipa Resapan Horisontal di Kecamatan Patebon

BERITASEMARANG.ID — Guna mengatasi persoalan genangan air pasca-hujan deras, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen Jurusan Teknik Sipil Universitas Semarang (USM) menggelar pelatihan dan instalasi teknologi Pipa Resapan Horisontal (PRH). Kegiatan ini dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, baru-baru ini.

​Tim PkM USM ini diketuai oleh Fitria Maya Lestari, S.T., M.T., dengan beranggotakan para pakar di bidangnya, yaitu:

  • ​Ir. Purwanto, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng.
  • ​Ir. Lindawati, S.T., M.T.
  • ​Ir. Etika Herdiarti, S.T., M.T.
  • ​Yonikha Rivani, S.T., M.T.

​Ketua Tim PkM USM, Fitria Maya Lestari, menjelaskan bahwa Kecamatan Patebon dipilih karena karakteristik wilayahnya yang kerap menghadapi masalah genangan akibat keterbatasan saluran pembuangan dan minimnya area resapan alami.

​Untuk menghadirkan solusi yang efektif, tim USM menggandeng Dr. Ir. Edy Susilo, M.T., yang merupakan pakar sekaligus inventor langsung dari teknologi Pipa Resapan Horisontal ini.

​”Kami berharap kehadiran teknologi PRH mampu mengubah paradigma pengelolaan air di area perkantoran kecamatan. Dari yang semula sekadar mengalirkan air permukaan menuju saluran pembuangan kota, menjadi upaya aktif konservasi dengan mengembalikan air hujan langsung ke dalam tanah,” ujar Fitria.

Ofero Tebar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026: Cashback Rp4 Juta hingga Lelang Mulai Rp 0

​Dibandingkan dengan sumur resapan konvensional, teknologi PRH memiliki sejumlah keunggulan komparatif yang signifikan:

  • Optimal di Tanah Padat: Menggunakan struktur pipa perforasi yang ditanam secara horizontal.
  • Teknologi Pelapisan modern: Dilapisi material geotekstil dan agregat kasar yang mampu memperluas bidang kontak penyerapan air secara optimal.
  • Edukasi Berkelanjutan: Selain instalasi fisik, tim PkM USM juga membekali aparatur kecamatan dan tokoh masyarakat mengenai mekanisme kerja alat, prosedur pemeliharaan, hingga pentingnya menjaga cadangan air tanah.

​Langkah nyata sivitas akademika USM ini mendapat apresiasi tinggi dari Camat Patebon, Abdul Mufid, S.H., M.M. Menurutnya, sistem ini tidak hanya menyelesaikan masalah estetika dan kenyamanan pelayanan publik di kantor kecamatan, tetapi juga berpotensi besar untuk diterapkan lebih luas.

​”Keberadaan sistem resapan horisontal ini kami nilai bisa menjadi pilot project percontohan drainase ramah lingkungan yang dapat direplikasi di tingkat desa,” kata Abdul Mufid.

​Ia juga berharap sinergi antara inovasi akademisi dan pemangku kebijakan daerah seperti ini dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan infrastruktur wilayah yang tangguh terhadap perubahan iklim dan berbasis wawasan lingkungan.

Delegasi UNDIP Raih Medali di ONMIPA-PT Tingkat Nasional 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement