BERITASEMARANG.ID – Penguatan gerakan literasi menjadi kunci utama dalam mencetak generasi yang tangguh, kritis, dan adaptif terhadap pesatnya perkembangan teknologi. Hal tersebut ditegaskan oleh Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin.
Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Penguatan Gerakan Literasi Digital Perpustakaan bertajuk “Digital Cerdas-Gemar Membaca”.
Acara yang diinisiasi oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Jawa Tengah ini digelar di GOR Jetayu, Kota Pekalongan, Senin (8/6/2026).
Menurut Nawal, peningkatan literasi digital bukan lagi sekadar program, melainkan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan. Literasi bukan hanya soal kemampuan membaca, tetapi fondasi krusial dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
”Penguatan literasi digital menjadi salah satu program prioritas di Dinas Arpus. Kami meminta komitmen bersama untuk meningkatkan literasi di Jawa Tengah,” ujar istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.
Untuk menyukseskan gerakan ini, Nawal menjelaskan bahwa literasi harus diperkuat hingga tingkat akar rumput dengan memaksimalkan peran Bunda Literasi di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Bunda Literasi dinilai memiliki posisi strategis yang mencakup empat peran penting:
1. Penggerak kegiatan literasi
2. Edukator literasi
3. Kolaborator literasi
4. Motivator literasi
”Karena perannya sangat strategis, kita bisa masuk ke banyak komunitas dan membangun ekosistem,” ungkap Nawal.
Sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, gerakan literasi di Jawa Tengah kini diintegrasikan ke dalam berbagai program strategis, mulai dari Tim Penggerak PKK, Tim Pembina Posyandu, hingga Bunda PAUD. Langkah kolaboratif ini diambil agar literasi menyentuh seluruh lapisan masyarakat secara masif.
Lebih lanjut, Nawal yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK, Ketua TP Posyandu, dan Bunda PAUD Jateng ini mengingatkan agar penguatan literasi tidak terjebak dalam acara seremonial semata atau sekadar mengejar penghargaan.
”Ini diharapkan menjadi gerakan yang bukan hanya reward dan punishment, tapi panggilan hati, panggilan nurani,” tegasnya.
Berbagi Ilmu untuk Masa Depan
Di akhir penyampaiannya, Nawal mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan adalah sumber kemuliaan manusia. Oleh karena itu, keberhasilan literasi tidak hanya diukur dari seberapa paham masyarakat terhadap informasi, melainkan dari kesadaran untuk mengamalkan dan membagikan pengetahuan tersebut.
”Gerakan literasi adalah tanggung jawab hati nurani kita. Bagaimana kita bisa berbagi untuk memberikan perubahan kepada generasi-generasi kita di masa depan,” pungkas Nawal.

Komentar