BERITASEMARANG.ID – Sejumlah delegasi program studi (Prodi) dari berbagai universitas di Indonesia memaparkan implementasi dan capaian program FIND4S (Food Innovation and Development for Sustainability) selama dua tahun terakhir. Presentasi ini dilakukan di hadapan Koordinator Projek Erasmus Plus, Prof. Jan FM Van Impe, di Kampus Gent KU Leuven, Belgia, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang A 105 ini merupakan bagian dari rangkaian evaluasi internasional dan persiapan mengikuti 14th Biennial International Conference on Food Simulation (FOODSIM 2026) yang akan digelar pada 15–17 April mendatang.
Evaluasi Objektif untuk Masa Depan Program
Koordinator Projek, Prof. Jan FM Van Impe, menekankan pentingnya transparansi dalam pelaporan capaian setiap universitas. Ia meminta para delegasi untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan tanpa ragu.
”Saya minta apa yang disampaikan harus objektif. Jangan ragu dan malu bilamana ada kekurangan dalam pelaksanaan program pada masing-masing program studi kampus,” tegas Prof. Jan.
Data yang terkumpul akan menjadi bahan evaluasi krusial yang nantinya dipresentasikan di depan panel reviewer eksternal (external advisory board meeting) dari berbagai negara dan lembaga independen.
Partisipasi Kampus-Kampus Indonesia
Pemaparan diawali oleh Koordinator FIND4S Indonesia, Yoga Pratama dan Setya Budi Muhammad Abduh (Teknologi Pangan FPP Undip). Selanjutnya, perwakilan dari berbagai universitas di Jawa Tengah turut menyampaikan laporannya:
- Prof. Dr. Ir. Rohadi, M.P. (Teknologi Pangan USM)
- Enny Purwati Nurlaili (Fakultas Teknologi Pertanian Untag Semarang)
- Muhammad Yusuf (Teknologi Pangan Unimus)
- Martina Widhi Hapsari, M.Sc. (Teknologi Pangan Unkartur)
- Muhammad Iqbal Fanani Gunawan (Gizi Untidar Magelang)
- Arief Rakhman Affandi (Teknologi Pangan UPGRIS)
Fokus pada Target Luaran (KPI)
Sekretaris Projek, Monica Polanka, juga mengingatkan para delegasi mengenai pentingnya pemenuhan indikator kinerja utama atau Key Performance Index (KPI). Menurutnya, keberhasilan capaian ini akan menentukan keberlanjutan program di masa depan.
Projek FIND4S Indonesia sendiri merupakan inisiatif yang didanai oleh Konsorsium Erasmus Plus. Program ini melibatkan kolaborasi lintas negara dengan beberapa kampus elit Eropa, di antaranya:
- KU Leuven (Belgia) sebagai koordinator.
- Hochschule Anhalt (Jerman).
- University College Dublin (Irlandia).
- Universidade Católica Portuguesa (Portugal).
Melalui pertemuan ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi Indonesia dan konsorsium Eropa semakin kuat dalam mendorong inovasi di bidang teknologi pangan dan keberlanjutan.

Komentar