BERITASEMARANG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak taktis dalam menangani dampak banjir yang melanda wilayah Kecamatan Ngaliyan dan Kecamatan Tugu. Tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur dan penanganan fisik di lapangan, Pemkot juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi lewat distribusi bantuan sosial dan logistik yang masif.
Sejak banjir melanda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bersama personel gabungan langsung diterjunkan ke titik-titik krusial. Petugas di lapangan fokus melakukan pembersihan material lumpur, normalisasi saluran air, penyedotan genangan, hingga pendataan warga yang terdampak. Langkah intensif ini diambil agar aktivitas masyarakat bisa segera kembali normal.
Penuhi Kebutuhan Dasar Warga
Paralel dengan pembersihan fisik, Pemkot Semarang langsung mendistribusikan berbagai paket bantuan logistik secara bertahap. Prioritas utama diberikan kepada wilayah dan warga yang mengalami dampak paling parah.
Rincian Bantuan Logistik yang Telah Disalurkan:
- 60 paket makanan siap saji
- 140 paket lauk-pauk siap saji
- 25 lembar kasur
- 10 lembar tenda gulung
- 10 paket family kit
- 8 paket perlengkapan anak (kids ware)
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan, bahwa pemenuhan logistik ini merupakan komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan warga selama masa tanggap darurat.
”Bantuan tersebut disiapkan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung. Distribusi dilakukan secara bertahap dengan prioritas pada wilayah dan warga yang paling terdampak,” tegas Wali Kota Agustina, Jumat (15/5).
Perkuat Koordinasi Lintasan OPD
Pemkot Semarang memastikan bahwa penanganan bencana ini dilakukan secara komprehensif atau menyeluruh. Sinergi dan koordinasi lintas OPD terus diperkuat agar seluruh proses penanganan di lapangan—mulai dari evakuasi, pembersihan, hingga penyaluran bantuan—dapat berjalan cepat, efektif, dan tepat sasaran.
Di akhir keterangannya, Pemkot Semarang juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi. Warga diharapkan aktif melaporkan setiap kondisi kedaruratan di wilayah masing-masing ke layanan pengaduan pemerintah agar petugas dapat langsung memberikan tindakan cepat di lapangan.

Komentar