Semarang

Gerak Cepat Walkot Agustina Intervensi Harga Pangan Semarang Lewat Armada Keliling

BERITASEMARANG.ID – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memastikan harga bahan pangan pokok penting di wilayahnya secara umum masih berada dalam kondisi relatif aman. Meskipun terjadi kenaikan pada sejumlah komoditas, pemerintah bergerak cepat untuk menjaga stabilitas harga di pasar.

​Kepastian ini diperoleh setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) bersama Tim Satgas Saber Harga dan Kualitas Pangan melakukan pemantauan langsung di Pasar Peterongan, Selasa (9/6).

​“Harga semua komoditas penting yang dipantau pemerintah relatif aman. Memang ada kenaikan, tetapi masih dalam kondisi yang aman. Hanya bawang putih yang masih berada di atas HAP atau HET yang ditetapkan pemerintah,” ujar Agustina.

​Respons Cepat Lewat Armada ‘Kempling Semar’

​Menyikapi keluhan terkait kenaikan harga sayur-mayur, Wali Kota Agustina langsung menginstruksikan Dishanpan untuk melakukan intervensi instan. Langkah konkret yang diambil adalah menerjunkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang).

​Program ini mengoptimalkan armada keliling untuk menjual sembako dan sayur-mayur berkualitas dengan harga yang jauh lebih terjangkau langsung ke masyarakat.

Hadiri Silatnas Annitho Aswaja, Taj Yasin Kumpul Bareng Ribuan Anggota Thariqah di Semarang

​Dalam menjaga stabilitas ini, Pemkot Semarang tidak berjalan sendiri. Tim Satgas Saber Harga dan Kualitas Pangan turut melibatkan:

  • ​Polrestabes Semarang
  • ​Dinas Perdagangan Kota Semarang
  • ​Bulog Kanwil Semarang

​Update Harga Komoditas di Pasar Peterongan

​Berdasarkan hasil pantauan lapangan, kenaikan signifikan ditemukan pada komoditas bawang merah yang menembus Rp55.000 per kilogram (sekitar 30% di atas Harga Acuan Pembelian/HAP yang sebesar Rp41.500/kg). Namun, Agustina menegaskan fluktuasi ini masih bisa dikendalikan lewat operasi pasar rutin.

Rincian Harga Komoditas di Pasar Peterongan

​Berdasarkan hasil pantauan lapangan, kenaikan signifikan ditemukan pada komoditas bawang merah yang menembus Rp55.000 per kilogram (sekitar 30% di atas Harga Acuan Pembelian/HAP yang sebesar Rp41.500/kg). Namun, Agustina menegaskan fluktuasi ini masih bisa dikendalikan lewat operasi pasar rutin.

​Berikut adalah daftar lengkap harga komoditas pangan yang dipantau di lapangan:

  • Beras SPHP: Rp60.000 per 5 kilogram
  • Minyak Goreng: Rp23.000 per liter
  • Telur Ayam: Rp27.000 per kilogram
  • Gula Pasir: Rp18.500 per kilogram
  • Bawang Putih: Rp40.000 per kilogram
  • Bawang Merah: Rp55.000 per kilogram (Di atas HAP)
  • Ayam Potong: Rp27.000 per kilogram
  • Cabai Rawit: Rp55.000 per kilogram
  • Cabai Keriting: Rp35.000 per kilogram
  • Wortel: Rp15.000 per kilogram
  • Tomat: Rp12.000 per kilogram

​Kolaborasi Multi-Mitra Tekan Inflasi Daerah

​Kepala Dishanpan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih, menambahkan bahwa efektivitas program pangan murah Pemkot Semarang telah diakui oleh Badan Pangan Nasional dalam mendukung pengendalian inflasi daerah.

Jelang Muktamar VIII IPHI, Prof Imam Taufiq Dorong Penguatan Peran Organisasi dalam Pembinaan Haji

​Untuk mengatasi lonjakan harga sayur, Dishanpan langsung menggandeng berbagai mitra strategis guna menggelontorkan pasokan tambahan ke Pasar Peterongan.

​”Pagi ini kami melakukan intervensi bersama mitra dengan menggelontorkan pasokan sayuran ke Pasar Peterongan sehingga harga sayuran bisa lebih terkendali,” pungkas Endang.

​Adapun mitra yang dilibatkan dalam intervensi pasokan ini antara lain program PAK RAHMAN (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman), Sayur Yuni, serta BUMD JTAB.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement