BERITASEMARANG.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng 4.620 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang untuk memperkuat program Kecamatan Berdaya. Langkah strategis ini bertujuan mempercepat pembangunan wilayah dan memetakan potensi di tingkat pedesaan.
Ribuan mahasiswa tersebut dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Gedung Muladi Dome, Semarang, Selasa (7/7). Mereka diterjunkan ke 10 kabupaten/kota untuk membantu mengurai persoalan desa sesuai kebutuhan rill masyarakat.
”Jawa Tengah memiliki sekitar 8.710 desa dengan karakteristik berbeda. Karena itu, kecamatan dijadikan titik penguatan agar pembangunan desa lebih terarah,” ujar Luthfi. Ia berharap sinergi ini melahirkan masukan objektif dan memberikan manfaat nyata, bukan sekadar menggugurkan kewajiban akademik.
Sejumlah program aplikatif telah disiapkan mahasiswa di lokasi penugasan. Di Desa Kunti (Boyolali), program difokuskan pada edukasi kesehatan anak sekolah dan screening gigi. Sementara di Desa Jendi (Wonogiri), mahasiswa mengolah sampah organik menjadi eco enzyme untuk mengatasi masalah kekeringan dan limbah.
Rektor Undip, Suharnomo, menegaskan komitmen kampus untuk terus mendukung Pemprov Jateng lewat KKN reguler maupun tematik, khususnya pada sektor penguatan UMKM, penurunan stunting, dan pemberdayaan masyarakat. Pada hari yang sama, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen juga melepas mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto untuk menjalankan misi serupa.

Komentar