Pendidikan Jateng

Ilmuwan FPIK UNDIP Sulap Limbah Jadi Terumbu Karang Buatan

BERITASEMARANG.ID – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat inovasi terkemuka di Indonesia. Kali ini, prestasi membanggakan datang dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UNDIP melalui inovasi Artificial Fish Apartment (AFA).

​Teknologi terumbu karang buatan berbahan dasar limbah ini resmi terpilih dalam Program Lab2Market 2026, sebuah ajang nasional bergengsi yang fokus pada percepatan hilirisasi dan komersialisasi riset perguruan tinggi agar siap masuk ke dunia industri. ​Terpilihnya inovasi yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Munasik, M.Sc. ini diumumkan langsung oleh penyelenggara pada Selasa, 9 Juni 2026 lalu.

​Berbeda dengan terumbu buatan konvensional, AFA memanfaatkan material Fly Ash Bottom Ash (FABA), yaitu limbah abu dari industri yang diolah kembali menjadi struktur kokoh namun ramah bagi biota laut.

​Inovasi ini hadir sebagai solusi konkret berbasis ekonomi sirkular untuk:

-. ​Rehabilitasi ekosistem pesisir yang mulai rusak.

Gelombang I Pemulangan Haji Embarkasi Solo Rampung, 15.397 Jemaah Tiba di Tanah Air

-. ​Meningkatkan produktivitas nelayan dengan memancing kedatangan komoditas laut.

-. ​Memperkuat ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

​Hebatnya lagi, teknologi AFA saat ini telah mencapai Tingkat Kesiapan Teknologi (TRL) 7–8 dan sudah diuji coba di beberapa wilayah pesisir Indonesia.

​”Hasil monitoring di lapangan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada jumlah ikan, keanekaragaman hayati, serta terbentuknya habitat laut yang lebih kompleks. Selain itu, biaya produksinya jauh lebih efisien dibandingkan produk terumbu buatan impor,” kata Prof. Munasik.

​Melalui program Lab2Market 2026, Tim AFA UNDIP akan mendapatkan pendampingan intensif dari para ahli. Pendampingan ini mencakup validasi pasar, penyempurnaan model bisnis, penguatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga pembukaan akses ke jejaring investor.

198 Ribu Pelanggan Padati KAI Daop 4 Semarang Selama Libur Tahun Baru Islam 1448 H

​Ketua Tim Peneliti, Prof. Munasik, menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar inovasi ini tidak sekadar mandek di atas kertas sebagai laporan akademis.

​”Ini menjadi peluang penting untuk memperkuat proses hilirisasi inovasi yang telah kami kembangkan. Harapannya, AFA tidak hanya menjadi produk riset, tetapi juga solusi nyata yang mampu mendukung pemulihan ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujar Prof. Munasik optimistis.

​Inovasi mutakhir ini lahir dari kolaborasi multidisiplin para akademisi dan praktisi di lingkungan UNDIP, mulai dari pakar ekologi laut, teknologi perikanan, rekayasa konstruksi, sistem produksi, hingga monitoring lingkungan.

​Langkah ini juga menjadi bukti nyata komitmen UNDIP dalam mendukung pengembangan Blue Economy serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-14 mengenai pelestarian ekosistem laut.

​Sebagai langkah awal akselerasi, Tim AFA dijadwalkan akan bertolak ke Jakarta untuk mengikuti kegiatan Kick-Off Lab2Market 2026 pada 25–26 Juni 2026 mendatang. Acara ini akan menjadi gerbang pembuka bagi AFA untuk diimplementasikan secara massal di tingkat nasional hingga internasional.

Pemkot Bersama Warga Masyarakat Rawat Harmoni dalam Perayaan Kedatangan Kimsin YS Poo Seng Tay Tee ke-166

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement