BERITASEMARANG.ID – Kota Semarang bersiap mengepakkan sayapnya di panggung internasional. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mulai menjajaki kerja sama strategis di bidang seni dan budaya dengan Pemerintah Spanyol. Kolaborasi ini diproyeksikan bakal melahirkan sebuah event budaya kolaboratif skala internasional yang akan digelar di Kota Atlas pada semester pertama tahun 2027.
Rencana besar tersebut dibahas secara mendalam dalam kunjungan kehormatan (courtesy call) Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, H.E. Mr. Bernardo de Sicart Escoda. Rombongan Kedutaan Besar Spanyol diterima langsung oleh Wali Kota Agustina di Kantor Wali Kota Semarang, Selasa (19/5).
Dalam pertemuan tersebut, Dubes Bernardo menyampaikan ketertarikan besarnya untuk menghadirkan kegiatan budaya bersama di Kota Semarang sebagai upaya mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Spanyol.
“Kami berharap tahun depan dapat menyelenggarakan acara budaya bersama di Kota Semarang. Kami sangat terbuka menerima ide dan gagasan dari Pemerintah Kota Semarang untuk dipersiapkan bersama,” ujar Bernardo.
Salah satu program menarik yang ditawarkan oleh Kedutaan Besar Spanyol adalah pameran budaya bertema warisan Muslim di Spanyol, termasuk pameran eksotis tentang Alhambra—yang sebelumnya sukses digelar di Kota Tua Jakarta.
’Piringan Hitam Sejarah’: Kesamaan Karakter Semarang dan Spanyol
Bak gayung bersambut, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng merespons positif tawaran tersebut. Menurutnya, kolaborasi internasional ini menjadi peluang emas untuk memperkuat posisi Semarang sebagai kota kreatif sekaligus kota bersejarah yang ramah terhadap jejaring global.
Uniknya, Agustina mengibaratkan hubungan sejarah antara Kota Semarang dan Spanyol seperti sebuah gramofon klasik yang menyimpan rekaman panjang peradaban dunia.
“Kota Semarang memiliki karakter yang sangat dekat dengan kota-kota bersejarah di Spanyol. Kami sama-sama kota pesisir yang hidup dari perjumpaan budaya, perdagangan, dan sejarah panjang,” ungkap Agustina.
Ia menyebut kawasan Kota Lama Semarang dan kota-kota tua di Spanyol sebagai “piringan hitam sejarah” yang harus terus dijaga agar tetap hidup, berputar, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Intip Peluang Smart City hingga Wisata Kapal Pesiar
Selain urusan seni dan budaya, pertemuan tingkat tinggi ini juga membuka ruang diskusi untuk sektor-sektor krusial lainnya, di antaranya:
- Pariwisata & Pengembangan Kota Bersejarah: Penataan kawasan cagar budaya agar lebih memikat turis global.
- Teknologi Lingkungan & Smart City: Pemkot Semarang tertarik mengadopsi sistem pengelolaan kota dan teknologi lingkungan dari kota-kota modern Spanyol seperti Barcelona dan Valencia.
- Investasi Pesisir: Pengelolaan lingkungan dan ketahanan air bersih di wilayah pesisir Semarang.
Tidak tanggung-tanggung, Agustina juga membidik peluang pengembangan wisata kapal pesiar (cruise ship) internasional melalui Pelabuhan Tanjung Emas. Diharapkan, akses ini dapat mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara, termasuk dari Spanyol, untuk menikmati eksotisme sejarah Kota Semarang.
Di akhir pertemuan, Dubes Bernardo juga memperkenalkan Camino de Santiago, sebuah jalur ziarah legendaris berusia lebih dari 1.200 tahun di Spanyol yang menjadi simbol persatuan budaya Eropa, sekaligus daya tarik utama bagi wisatawan asal Indonesia.
Pertemuan perdana ini diharapkan menjadi batu loncatan yang kuat untuk mendongkrak sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta diplomasi budaya Kota Semarang di mata dunia.

Komentar