BERITASEMARANG.ID – Langit Bandara Halim Perdanakusuma menjadi saksi keberangkatan ratusan “pejuang data”. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, secara resmi melepas 120 mahasiswa Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS) yang terbang menggunakan pesawat C130 Hercules milik TNI AU menuju wilayah terdampak bencana di Sumatera, Rabu (14/1).
Keberangkatan ini merupakan gelombang awal dari total 510 mahasiswa yang dikerahkan. Selain menggunakan pesawat militer, sebagian mahasiswa juga diterjunkan melalui penerbangan komersial menuju tiga provinsi utama: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kolaborasi Strategis: BPS, TNI, dan Satgas Nasional
Aksi luar biasa ini bukan sekadar praktik lapangan biasa. Ini adalah integrasi antara Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun 2026 dengan misi nasional Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam.

”Kegiatan bantuan kemanusiaan ini sangat relevan dengan keahlian mahasiswa Polstat STIS, yaitu pendataan. Hasilnya akan memperkaya statistik kebencanaan kita,” ujar Amalia.
Kehadiran jajaran petinggi seperti Danlanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Erwin Sugiandi dan Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi menegaskan betapa krusialnya misi ini bagi pemulihan nasional.
Mengapa Pendataan Ini Begitu Penting?
Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026, BPS ditunjuk sebagai koordinator pengelolaan data dalam Satgas Percepatan Rehabilitasi. Tanpa data yang akurat, bantuan bisa salah sasaran. Inilah peran para mahasiswa:
- Enumerator Lapangan: Mendata langsung rumah tangga terdampak dan pengungsian.
- Audit Infrastruktur: Mencatat kerusakan bangunan menggunakan teknologi geotagging (foto dan koordinat).
- Integrasi Data: Hasil lapangan akan dipadankan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta data BNPB.
Kekuatan Personel di Lapangan
Misi ini melibatkan komposisi yang solid antara akademisi dan praktisi:
-. Mahasiswa Polstat STIS : 510 Orang
-. Pegawai BPS Pusat : 50 Orang
-. Pegawai BPS Daerah : Seluruh unit di Kabupaten/Kota terdampak
Menuju Rehabilitasi yang “Cepat dan Tepat”
Langkah ini merupakan arahan langsung dari Presiden agar mahasiswa kedinasan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Data yang mereka kumpulkan akan menjadi fondasi bagi pemerintah untuk menentukan siapa yang berhak menerima bantuan dan infrastruktur mana yang harus dibangun terlebih dahulu.
Dengan semangat pengabdian, para mahasiswa ini diharapkan dapat mempercepat kepastian bagi para penyintas bencana di Sumatera agar kehidupan mereka dapat segera pulih kembali.

Komentar