BERITASEMARANG.ID — Universitas Semarang (USM) kembali menunjukkan kepedulian sosialnya pada Hari Raya Idul Adha 1447 H. Pada Rabu (27/5/2026), USM menyembelih dan membagikan daging kurban kepada masyarakat sekitar kampus, warga terdampak rob di Demak, hingga pondok pesantren di Rembang dan Grobogan.
Pada Idul Adha tahun ini, USM berhasil menghimpun sebanyak 4 ekor sapi dan 17 ekor kambing.
Hewan kurban tersebut berasal dari gotong royong berbagai pihak di lingkungan kampus:
- 2 ekor sapi dari Yayasan Alumni Universitas Diponegoro (Undip).
- 1 ekor sapi dari pihak Rektorat USM.
- 1 ekor sapi dari para dosen USM.
- 17 ekor kambing dari dosen dan tenaga kependidikan (tendik) USM.
Dari total tersebut, sebanyak 2 ekor sapi dan 16 ekor kambing disembelih langsung di area kampus USM dengan melibatkan takmir Masjid Baitur Rasyid dan mahasiswa yang tergabung dalam UKM Forum Komunikasi Mahasiswa Islam (Fokmi). Sementara sisanya disalurkan dan disembelih di luar kampus.
Sebaran Distribusi Hewan Kurban USM
Ketua Panitia Kurban USM, Ir H Bambang Tutuko MM MT, menjelaskan bahwa pendistribusian hewan kurban tahun ini menyasar beberapa titik krusial yang membutuhkan, di antaranya:
-
- Desa Timbulsloko (Sayung, Demak): 1 ekor sapi (kawasan terdampak rob berkepanjangan).
- Ponpes LP3IA Narukan (Rembang): 1 ekor sapi (di bawah asuhan KH Ahmad Bahauddin Nursalim / Gus Baha).
- Ponpes Hidayatus Syibyan (Grobogan): 1 ekor kambing.
- Sasaran Lain: Masyarakat sekitar kampus, Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia, beberapa panti asuhan, majelis taklim, warga Surodadi (Demak), warga Desa Penadaran (Grobogan), serta tenaga penunjang di lingkungan internal USM.
”Kami berharap penyaluran ini dapat tepat sasaran dan memberikan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, khususnya mereka yang sedang berjuang menghadapi bencana rob,” ujar Bambang Tutuko.
Salah satu momen menyentuh dalam kurban kali ini adalah distribusi ke Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Demak. Desa ini diketahui telah mengalami fenomena tenggelam akibat rob berkepanjangan selama lebih dari 7 tahun.
Tokoh masyarakat setempat, Kiai Shobirin, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya yang mendalam atas bantuan 1 ekor sapi dari USM untuk sekitar 110 kepala keluarga di desanya. Karena kondisi desa yang tergenang air, proses penyembelihan pun harus dilakukan dengan strategi khusus.
”Desa kami sudah tenggelam selama 7 tahun lebih, sehingga sapi tidak bisa langsung disembelih di kampung. Sapi terlebih dahulu disembelih di desa sebelah, baru setelah dipotong-potong, dagingnya dibawa menggunakan perahu menuju Desa Timbulsloko,” cerita Kiai Shobirin.
Kegiatan penyembelihan dan penyaluran kurban ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip Prof Sudharto P Hadi PhD, Dr Drs H Kukuh Sudarmanto Sos SH MH MM, serta para pekurban lainnya.

Komentar