BERITASEMARANG.ID – Pemerintah Kota Semarang resmi menerima dokumen Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Semarang Tahun 2027 dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Sidang Paripurna DPRD, Rabu (3/6). Dokumen strategis yang bersumber langsung dari aspirasi masyarakat ini akan diselaraskan ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
Hadir mewakili Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin menegaskan bahwa Pokir DPRD merupakan instrumen penting karena mencerminkan suara langsung dari warga di lapangan.
”Pokok-Pokok Pikiran DPRD merupakan hasil dari proses panjang mendengarkan warga melalui reses, kunjungan lapangan, dialog, serta pengamatan langsung. Ini adalah cerminan suara warga yang harus kita tempatkan sebagai bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah,” ujar Iswar saat membacakan sambutan Wali Kota Semarang.
Penyelarasan Terukur dan Fokus Prioritas 2027
Dalam pelaksanaan pembangunan ke depan, Pemkot Semarang menekankan pentingnya harmonisasi program. Langkah penelaahan terhadap usulan aspirasi akan dilakukan secara terukur demi mencapai daya guna maksimal bagi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan publik, dengan tetap menyesuaikan koridor regulasi serta kemampuan keuangan daerah.
Iswar menjelaskan bahwa penyelarasan ini bukan untuk memangkas aspirasi, melainkan untuk mengoptimalkan dampak dari setiap program yang dijalankan.
- Daya Ungkit Lebih Besar: Memastikan setiap program saling terhubung dan memberikan manfaat optimal.
- Tema Prioritas 2027: Pembangunan Kota Semarang tahun 2027 akan difokuskan pada “Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Produk Unggulan Daerah”.
Atasi Masalah Klasik Perkotaan
Selain mendorong sektor ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis kearifan lokal, laporan kedewanan tersebut juga menggarisbawahi komitmen kuat antara eksekutif dan legislatif dalam menyelesaikan problematik mendasar Kota Semarang.
Pemkot dan DPRD Kota Semarang sepakat untuk tetap memprioritaskan:
- Pemenuhan hak-hak dasar masyarakat.
- Penanggulangan masalah lingkungan tahunan (seperti penanganan banjir dan pengelolaan sampah).
Mengakhiri sambutannya, Iswar mengajak seluruh elemen untuk menjaga sinergi yang telah terbangun demi kemajuan ibu kota Jawa Tengah ini.
”DPRD menghadirkan aspirasi warga, Pemerintah Kota menerjemahkannya menjadi kebijakan dan program, sementara warga menjadi pelaku utama yang menghidupkan pembangunan itu sendiri. Semangat kemitraan ini harus terus kita rawat,” pungkasnya. (ADV)

Komentar