BERITASEMARANG.ID – Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Psikologi Universitas Semarang (USM) sukses menyelenggarakan kegiatan Training Legislatif dan Gathering. Acara yang berlangsung selama dua hari, 23–24 Mei 2026 ini bertempat di Griya Pawening Jati, Wonolopo, Kecamatan Mijen.
Kegiatan yang diikuti oleh 22 peserta ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan fakultas, di antaranya:
- Dr. Mulya Virgonita, I.W., M.Si., Psikolog (Dekan Fakultas Psikologi USM)
- Dr. Rusmalia Dewi, M.Si., Psikolog (Wakil Dekan)
- Sri Widyawati, M.Si., Psikolog (Ketua Program Studi Psikologi)
- Kimmy Katkar, M.Si. (Sekretaris Program Studi Psikologi)
Untuk memberikan pembekalan yang komprehensif, Dema Psikologi USM menghadirkan empat narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Dicky Syahrul Ardiansyah, S.Psi., Delvira Dina Anggarisky, S.Psi., Farrel Jeremy Hasyim, S.Ikom., dan Jatmiko Ganang Indriyanto, S.Psi.
Instrumen Dasar Organisasi
Ketua Pelaksana Kegiatan, Alkha Nayla, menjelaskan bahwa tujuan utama dari agenda ini adalah memberikan pembekalan fundamental bagi para kader organisasi. Materi yang disampaikan merupakan instrumen dasar yang wajib dikuasai dalam kehidupan berorganisasi.
”Kami berharap, seluruh peserta dapat menyerap ilmu yang disampaikan secara maksimal. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mendapatkan tambahan pengetahuan tentang tugas pokok dan fungsi (tupoksi) menjadi pengurus organisasi mahasiswa,” ujar Nayla.
Optimalisasi Keilmuan dan Kebersamaan
Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi USM, Dr. Mulya Virgonita, memberikan arahan mengenai pentingnya optimalisasi penyerapan ilmu sekaligus memanfaatkan momentum ini sebagai wadah mempererat kebersamaan internal organisasi.
Menurut Mulya, kegiatan ini bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan juga ruang untuk merekatkan keakraban, baik antarsesama panitia, sesama peserta, maupun antara peserta dan panitia.
”Kami berharap, para mahasiswa mendapatkan pencerahan dari narasumber sehingga kelak bisa menjadi pengurus orma (organisasi mahasiswa) yang berkualitas,” ungkap Dr. Mulya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dua konsep acara ini akan berdampak positif bagi masa depan organisasi.
”Melalui integrasi antara training legislatif yang berbasis penalaran dan gathering yang berbasis kebersamaan ini, nantinya seluruh anggota organisasi dapat menjalankan fungsi kelolosan legislatif dan manajerial organisasi dengan lebih solid, responsif, dan bertanggung jawab sesuai dengan tupoksi yang telah digariskan,” tandasnya.

Komentar