Pendidikan Serambi Islam

Refleksi Iduladha UPGRIS: Meniru Nabi Ibrahim yang Memimpin dengan Kesadaran, Bukan Paksaan

BERITASEMARANG.ID – Menyambut Hari Raya Iduladha, civitas akademika Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar penyembelihan hewan kurban sebagai wujud ibadah sekaligus kepedulian sosial. Sebanyak tujuh ekor sapi dan empat ekor kambing disembelih untuk kemudian disalurkan kepada rumah yatim piatu, pondok pesantren, serta warga sekitar yang membutuhkan.

​Namun, bagi UPGRIS, momentum Iduladha tahun ini tidak sekadar menjadi prosesi ritual semata. Acara ini menjadi ruang refleksi mendalam mengenai nilai pengorbanan, keikhlasan, komunikasi, hingga gaya kepemimpinan yang diwariskan oleh Nabi Ibrahim AS.

​Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., menyampaikan pandangannya mengenai relevansi nilai-nilai Iduladha dalam kehidupan modern, khususnya di dunia pendidikan dan organisasi. Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim AS menghadirkan teladan kepemimpinan yang sangat maju dan melampaui zamannya.

​“Kalau saya memaknai kisah Nabi Ibrahim, kepemimpinan beliau beratus-ratus tahun yang lalu itu sesungguhnya sudah menunjukkan kepemimpinan transformasional. Bahkan beliau juga telah menerapkan collaborative leadership,” ujar Sri Suciati.

​Bukan Pemaksaan Kekuasaan, Melainkan Membangun Kesadaran

Sentuhan Humanis Wali Kota Semarang: Ajak Anak Yatim Nobar ‘Children of Heaven’ dan Pompa Semangat Raih Mimpi

​Sri Suciati menyoroti bagaimana Nabi Ibrahim AS menerima perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Meski memiliki keyakinan penuh bahwa itu adalah wahyu ilahi, Nabi Ibrahim tidak menggunakan otoritas atau kekuasaannya sebagai seorang ayah untuk memaksakan kehendak.

​Sebaliknya, Nabi Ibrahim memilih jalan dialog dengan membangun komunikasi yang hangat dan kesadaran bersama dengan Nabi Ismail.

-. ​Komunikasi Dua Arah: Nabi Ibrahim tetap mengomunikasikan perintah tersebut kepada putranya untuk mendengar pendapatnya.

-. ​Tanpa Keterpaksaan: Kepemimpinan sejati tidak mengandalkan kekuasaan untuk memaksa anggota, tim, atau bawahan.

-. ​Komitmen Bersama: Keputusan besar yang diambil lewat kesadaran bersama akan melahirkan keikhlasan dalam eksekusinya.

Honda Jateng Gencarkan Edukasi Etika Berkendara dan Tips Hadapi Pengendara Luar Kota

​“Ketika sebuah keputusan dijalankan dengan kesadaran dan komitmen bersama, maka pelaksanaannya akan dilakukan tanpa keterpaksaan. Ada keikhlasan di dalamnya. Saya kira itu pelajaran besar yang bisa kita ambil dari Iduladha,” tambahnya.

​Melalui momentum ini, UPGRIS berharap semangat pengorbanan dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS dapat terus hidup di lingkungan kampus. Selain memperkuat spiritualitas civitas akademika, aksi sosial ini juga diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat sekitar yang membutuhkan.

​Nilai-nilai collaborative leadership yang dicontohkan nabi pun dinilai menjadi kunci utama dalam membangun manajemen organisasi dan institusi pendidikan yang lebih baik, adaptif, dan humanis di masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement