Pendidikan Semarang

Sasar Industri Digital, Public Relations dan Konten Kreator Jadi Skema Favorit Uji Kompetensi KPI UIN Walisongo

BERITASEMARANG.ID – Menghadapi tantangan dunia kerja yang dinamis dan pesatnya perkembangan industri media digital, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang mengambil langkah strategis. Sebanyak 141 mahasiswa KPI resmi diterjunkan dalam agenda Benchmarking dan Uji Kompetensi Mahasiswa 2026 yang digelar selama dua hari, 6–7 Juni 2026.

​Bukan sekadar ujian akademik biasa, agenda tahunan ini berkolaborasi langsung dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komunikasi dan Siaran Indonesia (Komsindo). Program ini dirancang khusus sebagai ‘paspor’ resmi mahasiswa menuju dunia profesional melalui sertifikasi berstandar nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

​11 Skema Keahlian Spesifik, Public Relations Jadi Favorit

​Untuk memastikan lulusan terserap optimal di berbagai lini industri kreatif, uji kompetensi tahun ini dipecah ke dalam 11 skema keahlian spesifik.

​Bidang Public Relations Officer menjadi yang paling diminati dengan total 48 peserta. Posisi berikutnya disusul oleh skema Video Editing (15 peserta) dan Public Speaking (14 peserta).

​Selain ketiga bidang favorit tersebut, para mahasiswa juga diuji dalam klaster keahlian modern dan teknis lainnya, antara lain:

Hadiri Silatnas Annitho Aswaja, Taj Yasin Kumpul Bareng Ribuan Anggota Thariqah di Semarang

  • Digital Content Creator
  • Anchorperson (Pembaca Berita)
  • Reporter
  • Junior Graphic Design
  • Copywriting
  • Camera Operator
  • ​Fotografi

​Mengikis Gap Antara Teori dan Industri

​Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo, Ibnu Fikri, Ph.D., menegaskan bahwa sertifikasi ini merupakan langkah konkret kampus dalam mengikis gap (jarak) antara teori perkuliahan dan kebutuhan riil industri.

​”Penguatan kompetensi ini adalah harga mati. Kita tidak hanya ingin mencetak sarjana yang pintar secara akademis, tetapi lulusan yang siap pakai, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi di dunia profesional,” tegas Ibnu Fikri saat membuka acara resmi.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Jurusan KPI UIN Walisongo, Silvia Riskha Fabriar, M.S.I., menambahkan bahwa sinergi antara KPI dan LSP Komsindo yang telah memasuki tahun keempat ini merupakan investasi jangka panjang bagi portofolio lulusan. Dengan sertifikat kompetensi yang diakui, mahasiswa memiliki bukti legalitas yang kuat atas keahlian mereka saat melamar pekerjaan.

​Proses Uji Kompetensi yang Ketat

​Sementara itu, Manajer Sertifikasi LSP Komsindo, Affras S. Sumarno, menjelaskan bahwa proses uji kompetensi ini dilakukan secara ketat melalui dua tahapan utama untuk memastikan kualitas lulusan.

  • Hari Pertama: Fokus pada penyamaan persepsi melalui pre-test dan pendalaman materi bersama Persatuan Praktisi Broadcasting Indonesia (Perpabi).
  • Hari Kedua: Pelaksanaan ujian sertifikasi riil secara langsung bersama para asesor profesional dari Komsindo.

​”Targetnya jelas, melahirkan lulusan yang terbukti kompeten,” ujar Affras.

Jelang Muktamar VIII IPHI, Prof Imam Taufiq Dorong Penguatan Peran Organisasi dalam Pembinaan Haji

​Modal Utama Menembus Pasar Kerja Global

​Melalui standardisasi ini, lulusan KPI UIN Walisongo Semarang diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi mampu menjadi motor penggerak industri kreatif dan penyiaran nasional di masa depan.

​Bekal sertifikasi berstandar BNSP ini menjadi pembeda sekaligus bukti sahih bahwa mahasiswa KPI tidak hanya paham secara teori, tetapi benar-benar ahli secara praktik. Karena memegang lisensi resmi negara yang diakui oleh dunia industri, sertifikat ini menjadi aset krusial yang memperbesar peluang alumni untuk langsung terserap di pasar kerja nasional maupun internasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement