Pendidikan

Sasar Tenaga Kerja Asing, USM LCC Jajaki Kerja Sama Pelatihan Bahasa dengan PT Donlim

BERITASEMARANG.ID  – Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang (USM LCC) mulai melebarkan sayap kerja samanya ke sektor industri manufaktur. Pada Kamis (16/4), tim USM LCC melakukan kunjungan strategis ke PT Donlim Technology Indonesia (DTI) yang berlokasi di Jatengland Industrial Park Sayung, Kabupaten Demak.

​Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Direktur LCC Adi Ekopriyono, didampingi Wakil Direktur Shanti Widayani, Marketing Adiprana Yogatama, Bendahara Hermin Anggraini, serta menghadirkan Vicent, native speaker asal Taiwan.

​Fokus Pelatihan Bahasa Indonesia

​Tujuan utama pertemuan tersebut adalah penjajakan kerja sama terkait program pelatihan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Mengingat PT Donlim merupakan perusahaan multinasional, kemampuan komunikasi lintas budaya menjadi krusial.

​Direktur LCC, Adi Ekopriyono, menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka bagi korporasi yang ingin meningkatkan kapasitas kebahasaan tenaga kerja asing mereka.

​”LCC terbuka untuk perusahaan-perusahaan yang ingin meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing. Hal ini penting untuk memperlancar operasional dan sinergi di lingkungan kerja,” ujar Adi.

Pertahankan Dominasi di Semarang: SCU Tembus 100 Besar Kampus Terbaik Nasional

​Dukung Komunikasi 4.000 Karyawan

​PT Donlim Technology Indonesia sendiri merupakan produsen elektronik rumah tangga—seperti oven, blender, dan mesin kopi—yang berorientasi ekspor. Saat ini, perusahaan menyerap sekitar 4.000 tenaga kerja lokal dan didukung oleh 200 tenaga kerja asal Tiongkok.

​Kebutuhan akan pelatihan bahasa muncul untuk menjembatani komunikasi antara tenaga kerja asing dengan karyawan lokal maupun relasi bisnis. Fokus pelatihan rencananya mencakup:

  • ​Istilah teknis terkait produk dan produksi.
  • ​Komunikasi pemasaran.
  • ​Percakapan sehari-hari di lingkungan kerja.

​Potensi Kerja Sama Lanjutan

​Selain pelatihan bahasa, kedua belah pihak melihat adanya peluang kolaborasi di bidang lain. Salah satu poin yang didiskusikan adalah penyelenggaraan job fair atau bursa kerja guna memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di masa depan.

​Langkah ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antara akademisi dan industri, tetapi juga meningkatkan daya saing tenaga kerja di wilayah Jawa Tengah, khususnya di wilayah penyangga seperti Demak dan Semarang.

Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement