BERITASEMARANG.ID – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menunjukkan aksi nyata kepedulian sosialnya dengan memboyong 96 anak yatim dari Panti Asuhan At Taqwa Meteseh untuk nonton bareng (nobar) film legendaris Children of Heaven, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keceriaan ini menjadi momen bagi orang nomor satu di Semarang tersebut untuk memberikan kasih sayang, perhatian, sekaligus ruang kebahagiaan bagi anak-anak yang membutuhkan.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Agustina menyapa langsung para anak panti, bercengkerama, dan membakar motivasi mereka agar tetap semangat belajar serta berani bermimpi tinggi. Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh bahagia dan meraih masa depan yang gemilang.
“Anak-anak ini adalah anak-anak kita semua. Mereka harus merasakan bahwa ada banyak orang yang peduli dan sayang kepada mereka. Saya ingin mereka bahagia, percaya diri, dan yakin bahwa mereka bisa meraih cita-cita setinggi mungkin,” ujar Agustina usai acara nobar.
Alasan Di balik Pemilihan Film Children of Heaven
Bukan tanpa alasan, film Children of Heaven dipilih karena kisahnya yang sederhana namun kaya akan makna kehidupan. Film ini menceritakan tentang perjuangan kakak beradik yang harus bergantian memakai satu pasang sepatu karena keterbatasan ekonomi, namun tetap menjunjung tinggi kejujuran dan cinta keluarga.
Agustina menyampaikan apresiasinya terhadap karya sinema ini yang dinilai mampu menyampaikan pesan kemanusiaan secara mendalam.
“Film ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan tidak selalu lahir dari kemewahan. Justru dari keterbatasan, kita belajar tentang pengorbanan, kasih sayang, kejujuran, dan tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang perlu terus ditanamkan kepada anak-anak kita,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa lewat film edukatif seperti ini, Semarang sedang berupaya membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan memiliki empati tinggi terhadap sesama.
Antusiasme Anak Panti dan Apresiasi Pengasuh
Suasana di dalam bioskop tampak sangat hidup. Gelak tawa, rasa haru, dan antusiasme terpancar dari wajah anak-anak sepanjang film diputar. Bagi sebagian besar dari mereka, ini adalah pengalaman langka yang sangat berkesan.
Nabil, salah satu anak panti yang ikut menonton, mengaku sangat tersentuh dengan jalan cerita film tersebut.
“Seru banget. Kita bisa lihat perjuangan keluarga. Dapat pesan tentang perjuangan seorang kakak terhadap adiknya. Kakaknya banyak berkorban dan selalu mengalah untuk adiknya,” ungkap Nabil dengan mata berbinar.
Kebahagiaan ini pun diakui oleh Anikoh, pengasuh Panti Asuhan At Taqwa Meteseh. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Wali Kota Semarang. Menurutnya, kehadiran wali kota membuat anak-anak merasa diakui dan menjadi bagian penting dari warga Kota Semarang.
Semarang Sebagai Rumah Bersama yang Inklusif
Aksi humanis ini sekaligus menegaskan komitmen Wali Kota Agustina dalam membangun Ibu Kota Jawa Tengah. Ia ingin memastikan bahwa pembangunan Semarang tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, melainkan juga pada aspek sosial dan perlindungan kelompok rentan.
“Semarang adalah rumah bersama. Anak-anak yatim juga bagian dari keluarga besar Kota Semarang. Sudah menjadi tanggung jawab kita untuk hadir, memberikan perhatian, dan memastikan mereka tumbuh dengan penuh harapan,” pungkas Agustina.

Komentar