BERITASEMARANG.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memacu upaya pemenuhan hunian layak bagi masyarakat melalui semangat kolaborasi lintas sektor. Langkah konkret ini kembali ditegaskan dalam penyaluran bantuan perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) hasil kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah, Kamis (14/5/2026).
Pada tahun 2026 ini, Baznas Jateng menyalurkan total bantuan sebesar Rp2.143.020.000 yang dialokasikan bagi 111 penerima manfaat. Program ini menjadi bagian dari strategi besar pemprov untuk mengikis angka backlog perumahan di wilayah Jawa Tengah.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menekankan bahwa renovasi RTLH bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan upaya mengangkat martabat keluarga penerima manfaat. Menurutnya, rumah adalah fondasi utama kesejahteraan.
”Rumah layak adalah fondasi keluarga sehat dan aman. Namun, kenyamanan itu harus dibarengi dengan kepedulian sosial. Jika ada tetangga kesulitan, duduk bersama, langsung bantu. Semangat gotong royong inilah yang penting,” ujar Taj Yasin.
Taj Yasin meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman di tingkat kabupaten/kota untuk mengawal ketat pelaksanaan bantuan agar tepat sasaran dan dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat sekitar.
Salah satu penerima manfaat, Rohmiyati (54), warga Getasan, Kabupaten Semarang, tak mampu membendung rasa syukurnya. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit dan kewajiban merawat suaminya yang harus cuci darah dua kali seminggu akibat gagal ginjal, bantuan ini bak oase di padang gurun.
”Pekerjaan saya serabutan, tidak mungkin ada uang untuk renovasi. Bantuan dari Baznas ini sangat berarti, bukan sekadar bangunan, tapi harapan baru bagi hidup kami agar lebih layak,” ungkap Rohmiyati haru.
Pemerintah berharap model kolaborasi antara Baznas, sektor swasta melalui CSR, dan swadaya masyarakat dapat terus ditingkatkan demi mengejar target pengurangan backlog di sisa tahun 2026.

Komentar