BERITASEMARANG.ID – Universitas Diponegoro (UNDIP) resmi melantik 70 pejabat dengan tugas tambahan serta 159 dosen dengan jabatan fungsional. Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini dipimpin langsung oleh Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., di Gedung Prof. Sudarto, S.H., Kampus UNDIP Tembalang, Senin (8/6/2026).
Dalam sambutannya, Prof. Suharnomo menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan momentum krusial bagi UNDIP untuk mengakselerasi transformasi tata kelola kelembagaan demi mencapai target World Class University (WCU).
“Tantangan UNDIP untuk menembus peringkat 550 besar dunia tahun depan memerlukan extraordinary effort yang terstruktur. Kita tidak bisa lagi membiarkan performa universitas besar ini hanya ditopang oleh 35 persen dosen yang aktif mempublikasikan artikel ilmiah,” tegas Prof. Suharnomo.
Rektor menginstruksikan para Ketua Departemen dan Ketua Program Studi (Prodi) yang baru dilantik untuk bergerak secara kelembagaan sebagai agen perubahan. Beban produktivitas akademik tidak boleh lagi bertumpu pada individu-individu tertentu saja.
- Target Kolektif: Merangkul dan mengaktifkan kembali 65 persen dosen yang selama ini belum produktif dalam publikasi ilmiah.
- Output Minimum: Setiap semester harus ada luaran akademik nyata dari setiap dosen sebagai representasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
- Tata Kelola Baru: Membangun ekosistem akademik yang dirancang secara matang (by design), bukan sekadar berjalan organik tanpa arah yang terukur.
Untuk menghadapi kompleksitas Indikator Kinerja Utama (IKU) PTNBH, Prof. Suharnomo menggarisbawahi tiga aspek penting yang wajib dikawal ketat oleh jajaran departemen dan prodi ke depan:
- Efisiensi Sistem Kelulusan: Menjamin mahasiswa dapat lulus tepat waktu dengan kompetensi yang sesuai.
- Penguatan Kualitas Lulusan: Optimalisasi tracer study untuk memastikan alumni mampu mandiri, baik terserap di dunia kerja internasional, melanjutkan studi, maupun berwirausaha dengan standar pendapatan kompetitif.
- Peningkatan Reputasi Akademik Global: Mendorong produktivitas riset secara masif dan meningkatkan jumlah sitasi ilmiah di tingkat internasional.
Di akhir amanatnya, Prof. Suharnomo mengingatkan bahwa jabatan fungsional maupun tugas tambahan merupakan sebuah amanah dan panggilan jiwa (calling) sebagai pendidik. Ia meminta para pejabat baru menggunakan otoritasnya untuk membawa perubahan nyata.
“Perlu diingat bahwa leadership is action, not position. Gunakan hak yang Bapak dan Ibu miliki saat ini di departemen maupun program studi untuk menunjukkan kepemimpinan yang nyata, mengelola sumber daya secara optimal, dan membawa kemajuan yang berdampak bagi Universitas Diponegoro,” tambahnya.
Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Ketua MWA, Ketua Senat Akademik, para Wakil Rektor, Dekan, serta jajaran pimpinan di lingkungan UNDIP. Momentum ini diharapkan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi besar: UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat.

Komentar