BERITASEMARANG.ID – Persaingan perebutan kursi mahasiswa baru antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) diprediksi semakin sengit pada tahun 2026. Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas BPD Jateng, Prof. Dr. Sri Tutie Rahayu, M.Si, menegaskan bahwa kualitas dan diferensiasi kurikulum menjadi kunci utama agar PTS tetap menjadi pilihan masyarakat.
Dalam gelaran Wisuda Periode I Tahun 2026, Prof. Sri Tutie mengungkapkan bahwa meskipun PTN memiliki kuota penerimaan yang jelas, PTS harus berani menonjolkan “kekhasan” yang tidak dimiliki kampus lain.
”PTN punya kuota jelas, tapi persaingan tetap ada. Yang terpenting adalah bagaimana kita meningkatkan kualitas dan punya kekhususan. Kalau kita tidak berani menyampaikan keunggulan, orang tidak akan tahu,” ujar Prof. Sri Tutie di sela acara wisuda, Kamis (30/4/2026).
Pada wisuda periode ini, Universitas BPD Jateng meluluskan 222 wisudawan yang terdiri dari:
- Magister Manajemen: 78 orang
- S1 Akuntansi: 56 orang
- S1 Manajemen: 88 orang
Tingginya minat pendaftar belakangan ini dinilai sebagai sinyal positif. Menurut Prof. Sri Tutie, kampus kini telah mencapai tahap di mana mereka bisa melakukan seleksi ketat terhadap calon mahasiswa, bukan sekadar menerima pendaftar. Untuk tahun ajaran 2026/2027, pihak universitas menargetkan sebanyak 670 mahasiswa baru.
Sebagai strategi menghadapi dinamika industri, Universitas BPD Jateng konsisten menonjolkan keunggulan di bidang perbankan dan keuangan. Langkah ini diperkuat dengan penerapan konsep link and match serta riset pasar rutin untuk memastikan kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
”Harus ada keahlian khusus. Selain itu, kolaborasi nasional maupun internasional terus kita perkuat. Tanpa kolaborasi, perguruan tinggi akan tertinggal,” tambahnya.
Kualitas lulusan Universitas BPD Jateng juga mendapat pengakuan dari sektor industri. Direktur Digital dan Bisnis Konsumer Bank Jateng, Eko Tri Prasetyo, mengungkapkan bahwa kontribusi alumni kampus ini sangat signifikan.
Saat ini, tercatat sekitar 383 lulusan Universitas BPD Jateng berkarir di Bank Jateng, bahkan banyak yang telah menduduki posisi pimpinan.
“Kolaborasi ini akan terus diperkuat. Kami tidak hanya menyerap, tapi juga membekali mereka dengan pengembangan karier setelah masuk ke dunia kerja, baik di sektor perbankan maupun industri lainnya,” pungkas Eko.

Komentar