Jateng Kesehatan

Wagub Taj Yasin Maimoen Lantik Pengurus Baru PPTI Periode 2025-2030, Targetkan Jawa Tengah Bebas TBC 2030

BERITASEMARANG.ID  – Upaya penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Jawa Tengah memasuki babak baru. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, secara resmi melantik jajaran pengurus Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Wilayah Jawa Tengah periode 2025-2030 di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Semarang.

​Dalam sambutannya, Taj Yasin menekankan bahwa TBC adalah “PR” besar bagi Indonesia dalam ambisinya bertransformasi menjadi negara maju. Ia menargetkan Jawa Tengah harus segera keluar dari “tiga besar” provinsi dengan kasus TBC tertinggi di Indonesia.

​Mengejar Target 90% Penemuan Kasus

​Berdasarkan data terbaru, capaian temuan kasus TBC di Jawa Tengah telah menyentuh angka 84%. Namun, angka ini belum membuat pemerintah puas.

​”Target kita di tahun 2026 adalah 90%. Saat ini memang masih banyak temuan yang belum terobati secara tuntas. Dari temuan tersebut, baru sekitar 94% yang menjalani pengobatan. Padahal, TBC tidak hanya soal diobati, tapi harus sampai tuntas agar tidak menyebabkan kematian,” tegas Taj Yasin.

​Beliau juga menyoroti kerawanan penularan di daerah terpencil, seperti lereng Gunung Merapi, di mana tingkat penularan masih tinggi karena masyarakat belum mendapatkan pengobatan secara maksimal.

Manjakan Pecinta Otomotif, BAIC Semarang Gelar Eksibisi Eksklusif di Istana Buah Setia Budi

​Kolaborasi Lintas Sektor: Dari Pramuka hingga FKUB

​Ketua PPTI Jawa Tengah yang baru dilantik, dr. Hartanto, menjelaskan bahwa kekuatan utama PPTI periode ini adalah keberagaman kemitraan. Ia menekankan bahwa TBC adalah penyakit menular, bukan penyakit keturunan, sehingga edukasi dan literasi masyarakat menjadi kunci.

​”Masing-masing daerah memiliki keunikan kolaborasi. Di Kabupaten Tegal kita dimotori oleh Gerakan Pramuka, di Kota Tegal oleh FKUB dan GOW, sementara di Wonosobo kita bergerak bersama Tim Penggerak PKK,” jelas dr. Hartanto.

​Beberapa strategi penguatan yang akan dilakukan antara lain:

  • Building Commitment: Membangun komitmen kuat antar pengurus kabupaten/kota.
  • Active Case Finding: Mendukung penuh kegiatan skrining menggunakan mobile X-Ray yang diinisiasi Dinas Kesehatan.
  • Pendampingan Tuntas: Memastikan pasien tidak hanya ditemukan, tapi didampingi hingga benar-benar sembuh.

​Pesan untuk Masyarakat: Jangan Sepelekan Batuk!

​dr. Hartanto juga memberikan imbauan keras kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap gejala awal TBC.

​”Jangan anggap batuk itu biasa. Jika sudah 2 minggu tidak kunjung sembuh, apalagi disertai darah, demam, lesu, dan berat badan menurun, segera cek ke fasilitas kesehatan. Gunakan masker untuk mencegah penularan kepada orang tercinta,” imbaunya.

Mohammed Djarboua: Jurnalis Aljazair Berusia 58 Tahun yang Lulus Sarjana 2 Tahun di Fikom Unissula lewat Jalur RPL

​Acara pelantikan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Suminar, serta Nawal Yasin selaku Ketua Badan Kehormatan PPTI Jawa Tengah yang memberikan dukungan penuh terhadap langkah kolaboratif ini.

​Dengan pengurus yang baru dan semangat kolaborasi seluas-luasnya, PPTI Jawa Tengah optimis dapat mewujudkan amanat Presiden untuk menuntaskan masalah TBC pada tahun 2030 mendatang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement