BERITASEMARANG.ID – Semangat gotong royong ditunjukkan oleh warga RW 27 Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang pada Minggu pagi (26/4/2026). Ratusan warga dari lintas RT turun ke jalan untuk melakukan perbaikan gorong-gorong dan normalisasi saluran air di kawasan Jalan Tlogobiru IV yang selama ini menjadi titik rawan genangan.
Kegiatan ini dipicu oleh kondisi gorong-gorong yang ambrol dan rusaknya infrastruktur saluran akibat tingginya sedimen lumpur. Hal tersebut mengakibatkan aliran air tersumbat dan memicu banjir yang kerap mengganggu akses lalu lintas umum di wilayah tersebut.
Sinergi Lintas RT
Donny Suhardjo, Ketua RW 27 Tlogosari Kulon menyampaikan bahwa kerja bakti ini merupakan inisiatif bersama yang melibatkan warga dari RT 15, RT 21, RT 06, dan RT 19. Uniknya, seluruh pembiayaan perbaikan dilakukan secara swadaya murni dari kas ketiga RT yang bersinggungan langsung dengan lokasi kerusakan.
”Ini adalah wujud nyata kesadaran warga. Karena lokasi ini berada di perbatasan antar RT, kami sepakat untuk ‘sengkuyung’ atau bareng-bareng memperbaikinya. Tujuannya dua: mengurai sumbatan air dan meninggikan konstruksi gorong-gorong agar jalan kembali layak dilalui,” ujar Ketua RW 27 di sela-sela kegiatan.
Imbauan di Tengah Cuaca Ekstrem
Mengingat kondisi cuaca yang masih ekstrem, Ketua RW juga mengimbau warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga agar tidak masuk ke saluran drainase.
”Sedimen lumpur dan sampah adalah musuh utama saluran kita. Saya berharap warga selalu guyub rukun dan menjaga apa yang sudah kita bangun bersama ini. Mari kita jaga kebersihan demi kepentingan bersama,” tambahnya.
Dukungan Penuh Tokoh Masyarakat
Dukungan senada disampaikan oleh Sugiyanto, Ketua RT 15, serta tokoh masyarakat ssetempat. Mereka menyatakan mendukung penuh langkah taktis yang diambil oleh pengurus RW.
”Kami mendukung 100% kegiatan ini. Ini adalah untuk pemanfaatan bersama. Kami juga berpesan kepada warga yang saat ini sedang melakukan pembangunan di wilayah RT 15 dan sekitarnya agar tetap memperhatikan dampak lingkungan sehingga jalan ini tetap bermanfaat bagi masyarakat umum,” ungkap Sugiyanto.
Aksi yang mengusung semangat “Sandang Gawe Pitulikur” ini diharapkan menjadi pemantik bagi wilayah lain di Tlogosari Kulon untuk tetap mengedepankan swadaya dan kebersamaan dalam menjaga infrastruktur lingkungan di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu.

Komentar