BERITASEMARANG.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah bersinergi dengan MUI Pusat mengambil sikap tegas atas eskalasi konflik di Timur Tengah. Dalam Halaqah Ulama dan Rakorpim MUI-Baznas se-Jawa Tengah yang digelar di Hotel Wahid Bandungan, Kabupaten Semarang, Jumat (10/4/2026), MUI menyerukan umat Islam untuk memperkuat doa dan solidaritas internasional.
Sekretaris MUI Jateng, Dr. H. Agus Fathuddin Yusuf MA, saat membacakan rekomendasi halaqah, mengajak seluruh umat Islam untuk memanjatkan doa Qunut Nazilah. Langkah ini merupakan bentuk dukungan spiritual agar kezaliman segera dihentikan dan keadilan ditegakkan di wilayah konflik.
”Kami mengajak umat Islam dan masyarakat dunia memperkuat solidaritas kemanusiaan. Berikan bantuan kepada korban agresi di Iran, Libanon, dan Palestina, serta terus panjatkan doa Qunut Nazilah,” tegas Agus.
Kecaman Terhadap Pelanggaran Hukum Internasional
Senada dengan rekomendasi tersebut, Ketua MUI Pusat, Prof. Dr. KH Noor Achmad MA, yang hadir dalam acara tersebut, mengutuk keras agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Menurutnya, tindakan tersebut adalah bentuk nyata kezaliman (al-Zhulm) yang diharamkan dalam Islam serta melanggar Piagam PBB.
”MUI memahami bahwa serangan balasan Iran ke negara teluk adalah respons atas serangan sebelumnya yang menyasar pangkalan militer. Hal ini dilindungi hukum internasional. Sebaliknya, agresi AS dan Israel melanggar Pasal 2 (4) Deklarasi PBB,” jelas Noor Achmad.
Rekomendasi Strategis MUI Jateng
Selain isu global, Halaqah Ulama yang dibuka oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi ini juga menghasilkan poin-poin krusial bagi kemaslahatan umat di tingkat lokal, di antaranya:
1. Zakat Penghasilan: Menegaskan kewajiban zakat penghasilan sebesar 2,5% bagi yang telah mencapai nisab (setara 520 kg beras/bulan).
2. Kesejahteraan Marbot: Mendukung penuh perlindungan jaminan ketenagakerjaan dan kesehatan bagi seluruh marbot masjid dan musholla di Jawa Tengah.
3. Sinergi MUI-Baznas: Mendorong pelibatan unsur MUI dalam proses seleksi pimpinan Baznas di semua tingkatan untuk menjaga akuntabilitas.
4. Persiapan Musda XI: Mengingat masa khidmah pengurus 2021-2026 segera berakhir, MUI Jateng bersiap menyelenggarakan Musda XI pada Mei 2026 untuk memantapkan posisi sebagai pelayan umat (khadimul ummah).
Menjaga Marwah Lembaga
Agus Fathuddin menambahkan bahwa seluruh rangkaian rekomendasi ini bertujuan menjaga positioning MUI sebagai lembaga terpercaya bagi bangsa.
”Kami ingin mewujudkan Wasathiyyatul Islam sebagai paradigma pemikiran di Jawa Tengah, sekaligus memastikan kesinambungan kepengurusan yang mampu menjawab tantangan zaman,” pungkasnya.
Kegiatan ini ditutup pada Jumat malam dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan Baznas dan MUI dari seluruh Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

Komentar