Jateng Serambi Islam

Ketua MUI Jateng Serukan Semangat ‘Ngumpulke Balung Pisah’ untuk Perkuat Khidmah NU ke Bangsa

BERITASEMARANG.ID – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, Dr. KH Ahmad Darodji, menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjaga silaturahmi antarwarga Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai latar belakang profesi. Hal ini disampaikannya dalam acara Silaturahmi Halalbihalal “Ngumpulke Balung Pisah” Warga NU se-Jawa Tengah yang digelar di Hotel Pandanaran, Semarang, Minggu malam (19/4).

​Kiai Darodji, yang juga merupakan sesepuh dari forum silaturahmi ini, mengungkapkan bahwa gerakan ini bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan upaya strategis untuk menyatukan potensi warga NU yang tersebar di berbagai sektor demi kemajuan bangsa.

​Tradisi Sejak 2009

​Dalam laporannya, Kiai Darodji menjelaskan bahwa kegiatan ini telah memasuki penyelenggaraan yang ke-15 kalinya. Ia mengenang bagaimana forum ini bermula dari gagasan ulama kharismatik asal Kendal.

​”Secara formal, kegiatan ini mulai diadakan pada 4 Oktober 2009 di rumah saya atas gagasan almarhum KH Ahmad Abdul Hamid Kendal. Tujuannya tetap sama, yakni menyatukan potensi yang ada,” ujar Kiai Darodji.

​Acara yang berlangsung khidmat tersebut diawali dengan pembacaan Diba’ Albarzanji oleh jajaran ulama dan tokoh MUI lainnya, termasuk Prof. Dr. KH Ahmad Rofiq MA dan Dr. KH Fadlolan Musyaffa Lc MA.

Pertahankan Dominasi di Semarang: SCU Tembus 100 Besar Kampus Terbaik Nasional

​MUI Pusat: NU sebagai Kekuatan Karakter Bangsa

​Senada dengan Kiai Darodji, Ketua MUI Pusat Prof. Dr. KH Noor Achmad yang turut hadir menekankan bahwa diaspora warga NU di berbagai bidang—mulai dari akademisi, birokrat, hingga pengusaha—memiliki kekuatan luar biasa jika dikelola dengan baik.

​Hal ini didukung oleh pesan tausiah dari KH Abdul Qoyyum Mansur (Gus Qoyyum). Ulama asal Lasem tersebut mengingatkan bahwa NU akan menjadi kekuatan yang sangat besar bagi negara jika seluruh keahlian akademik dan kekuatan ekonomi warganya disatukan.

​Apresiasi dari Pemerintah Provinsi

​Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yang hadir bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para ulama MUI dan NU dalam menjaga stabilitas sosial.

​Luthfi mengakui bahwa peran kiai dan tokoh NU sangat krusial dalam membantu pemerintah, terutama dalam hal:

  • Penguatan peran ulama dalam pemahaman keagamaan masyarakat.
  • Menjaga stabilitas sosial serta menangkal paham intoleransi dan radikalisme.
  • Menumbuhkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan nahdliyin.

​”Mengumpulkan balung pisah ini adalah tradisi yang harus diuri-uri (dilestarikan). Pembangunan daerah tidak cukup hanya program, tapi butuh karakter kepemimpinan yang kuat, dan dalam membangun Jawa Tengah, ada peran besar kiai dan ulama di dalamnya,” tegas Luthfi.

Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan

​Pertemuan ini turut dihadiri oleh para rektor perguruan tinggi, bupati, wali kota, anggota DPRD, serta pengurus struktural PWNU dan PCNU se-Jawa Tengah, yang menunjukkan betapa luasnya jaringan koordinasi yang dibangun oleh para tokoh MUI dan NU di wilayah ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement