BERITASEMARANG.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah bersiap menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI di Hotel Wahid Bandungan, Ungaran, Kabupaten Semarang. Agenda lima tahunan yang mengusung tema “Menjaga Moralitas Beragama, Bermasyarakat dan Bernegara” ini dijadwalkan dibuka langsung oleh Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, pada Rabu (10/6/2026).
Ketua Panitia Musda XI MUI Jateng, Drs. KH. Muhyiddin, M.Ag., menjelaskan bahwa selain Gubernur, pembukaan acara ini juga akan dihadiri oleh Ketua Umum MUI Pusat, para Ketua MUI Kabupaten/Kota se-Jateng, pimpinan ormas Islam, rektor perguruan tinggi, unsur pondok pesantren, hingga praktisi perbankan syariah.
“Insya Allah, Musda ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi organisasi, evaluasi program kerja periode 2021-2026, menyusun program kerja 2026-2031, serta memilih kepengurusan baru,” ujar Kiai Muhyiddin.
Respons Persoalan Global: Ulama sebagai Khadimul Ummah
Lebih lanjut, Kiai Muhyiddin menekankan bahwa dalam forum tertinggi ini, para ulama se-Jateng berkomitmen untuk memperkuat dua fungsi utama MUI, yaitu sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan sadiqul hukumah (mitra pemerintah).
Langkah ini dirasa krusial mengingat dinamika tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Harus diakui sampai saat ini masih terdapat berbagai persoalan umat, bangsa, dan dunia Islam yang sangat membutuhkan perhatian serta peran aktif dari para ulama,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum MUI Jateng tersebut.
Bursa Calon Ketua Umum: Nama Prof. Noor Achmad Mencuat Kuat
Menjawab pertanyaan awak media mengenai bursa calon Ketua Umum MUI Jateng periode 2026-2031, Kiai Muhyiddin membeberkan bahwa hingga saat ini baru muncul satu nama kuat, yakni Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A.
Prof. Noor Achmad diprediksi menjadi calon tunggal untuk menggantikan posisi Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si.
“Sampai hari ini hanya Prof. Noor yang banyak disebut sebagai bakal calon. Apakah nanti bisa terpilih secara aklamasi? Kemungkinan bisa begitu, tetapi kita ikuti saja bagaimana dinamika yang berkembang di forum Musda nanti,” kata Kiai Muhyiddin sembari tersenyum.
Dukungan terhadap Prof. Noor Achmad juga mengalir dari daerah. Ketua MUI Kabupaten Pati, Prof. Dr. KH. Abdul Karim, menilai figur Prof. Noor sangat mumpuni untuk menakhodai MUI Jateng ke depan.
“Beliau kaya pengalaman, mulai dari menjadi Ketua MUI Pusat, Ketua Baznas RI, hingga berbagai organisasi lainnya. Mari kita doakan semoga beliau selalu sehat, panjang umur, dan bersedia memimpin MUI Jawa Tengah,” tutur Prof. Abdul Karim.
Halaqah Ekonomi dan Peluncuran Buku Khusus
Tak hanya agenda internal organisasi, Musda XI MUI Jateng yang berlangsung selama dua hari ini juga akan menyuguhkan rangkaian acara strategis lainnya, di antaranya:
- Halaqah Ulama “Membangun Ekonomi Umat” Menghadirkan narasumber berkompeten seperti Ketua MUI Pusat Bidang Filantropi Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., Ketua Baznas Jateng Dr. KH. Ahmad Darodji, dan Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional (BSN) Alex Sofjan Noor.
- Peluncuran Buku Eksklusif MUI Jateng akan resmi meluncurkan dua buku penting, yaitu buku “Pitutur Kiai Darodji” serta “Kumpulan Fatwa & Tausiyah MUI Jawa Tengah sejak 2005-2026”.

Komentar