BERITASEMARANG.ID – Guna meningkatkan daya saing industri kecil, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (PkM USM) memberikan pendampingan teknologi dan manajemen bagi UMKM Tahu Iqbal di Kelurahan Ploso, Kabupaten Kudus. Program yang berlangsung sepanjang Juli hingga September 2026 ini didanai oleh DPPM Kemendikti Sainteks.
Ketua Tim PkM USM, Drs Wawan Setiawan MM, menjelaskan bahwa pengolahan tahu di UMKM Tahu Iqbal selama ini masih sangat tradisional. Kendala utama terletak pada proses pemerasan bubur kedelai secara manual yang menyita waktu, menguras tenaga pekerja, serta membuat ekstrak sari kedelai tidak maksimal sehingga ampas tahu masih basah dan rendemen rendah.
”Kami memberikan solusi berupa hibah Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa mesin pemeras bubur kedelai sentrifugal/mekanis. Mesin ini mampu memaksimalkan hasil ekstrak sari pati kedelai sekaligus menghemat waktu dan tenaga kerja,” ujar Wawan yang didampingi anggota tim, Edi Widodo M.Kom dan Fahrudin M.Si.
Selain intervensi teknologi modern, tim USM juga membenahi sisi manajemen produksi yang selama ini kurang teratur. Pembelian bahan baku kedelai dan bahan bakar yang sebelumnya dilakukan secara reaktif tanpa perhitungan safety stock, kini dialihkan ke sistem pencatatan stok berbasis digital sederhana namun terstruktur.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah risiko kekosongan bahan baku maupun penumpukan modal, sekaligus membantu pemilik UMKM menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) secara presisi.
Program edukasi dan pendampingan ini menjadi bentuk nyata pelaksanaan Indikator Kinerja Utama (IKU) ke-5 Perguruan Tinggi, sekaligus mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDGs nomor 12 terkait efisiensi bahan baku dan konsumsi yang bertanggung jawab.

Komentar