BERITASEMARANG.ID – Raut wajah cemas anak-anak korban banjir di Kota Pekalongan perlahan berganti dengan gelak tawa. Suasana haru dan ceria menyelimuti Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat pada Senin (19/1/2026), saat Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Jawa Tengah hadir membawa misi khusus: Memulihkan senyum anak-anak pascabencana.
Melalui program Trauma Healing, sebanyak 83 anak berusia 6 hingga 16 tahun diajak sejenak melupakan kepungan air yang merendam rumah mereka sejak Sabtu (17/1) lalu.
Bermain, Bernyanyi, dan Berbagi Harapan
Bunda PAUD Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, tampak membaur tanpa sekat bersama para pengungsi kecil tersebut. Tak sekadar meninjau, Nawal ikut terjun langsung dalam berbagai aktivitas:
-
- Dongeng Interaktif: Mengalihkan ketakutan anak-anak melalui cerita yang menginspirasi.
- Ekspresi Visual: Menggambar bersama sebagai media pelepasan emosi.
- Edukasi Kreatif: Bernyanyi dan bermain gim ketangkasan untuk membangkitkan semangat.
”Layanan trauma healing ini sangat krusial agar anak-anak kita tidak mengalami gangguan mental jangka panjang akibat bencana. Kita ingin mereka tetap merasa aman, bahagia, dan siap kembali ke sekolah saat situasi membaik,” ujar Nawal.
Dukungan Logistik dan Pendidikan
Tak datang dengan tangan hampa, Nawal yang didampingi oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, juga menyalurkan bantuan berupa buku tulis dan peralatan sekolah. Bantuan ini menjadi oase bagi para siswa, mengingat banyak perlengkapan sekolah mereka yang hanyut atau rusak terendam banjir.
Rizkiya, siswi kelas 9 SMPN 4 Pekalongan, mengaku sangat terbantu dengan aksi ini.
“Senang sekali bisa main sama teman-teman, jadi tidak bosan di pengungsian. Buku-buku ini juga sangat bermanfaat karena buku saya di rumah basah semua, padahal baru mau masuk semester 2,” tuturnya penuh syukur.
Pesan untuk Warga: Tetap Tenang dan Waspada
Di sela kegiatannya, Nawal juga menyampaikan pesan dari Gubernur Jawa Tengah terkait penanganan bencana. Ia memastikan bahwa seluruh kebutuhan pokok dan logistik di titik-titik pengungsian akan terus dipantau dan dipenuhi.
Beliau juga menghimbau warga untuk:
-
-
- Tetap berada di pengungsian jika intensitas hujan masih tinggi dan air belum surut.
- Menjaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem.
- Bersabar menunggu kondisi stabil sebelum kembali ke rumah masing-masing.
-
Kegiatan kolaboratif antara PKK Kota Pekalongan, Pokja Bunda PAUD Jateng, dan IGTKI ini diharapkan menjadi model pemulihan pascabencana yang humanis, di mana aspek psikologis anak menjadi prioritas utama di samping bantuan fisik.

Komentar