Semarang

Wajah Baru Kampung Batik Rejomulyo: Dari Sejarah Abad ke-18 hingga Inovasi Ramah Lingkungan

BERITASEMARANG.ID  – Ada yang istimewa di Semarang Timur akhir pekan ini. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, resmi meninjau transformasi besar-besaran Kampung Batik Rejomulyo dalam rangkaian kegiatan Temu Warga, Minggu (25/1/2026). Bukan sekadar pembenahan estetika, Rejomulyo kini bersiap menjadi ikon wisata edukasi batik yang modern namun tetap “hijau”.

​Produksi “Hijau”: Cantik di Kain, Aman di Lingkungan

​Salah satu yang mencuri perhatian Wali Kota adalah integrasi teknologi ramah lingkungan di jantung produksi batik. Kini, kawasan tersebut telah dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mandiri.

​”Wah, ini keren! Di belakangnya ada IPAL, jadi memang diniatkan untuk produksi batik dengan pewarna alam. Ini bukan sekadar batik biasa, tapi komitmen menjaga lingkungan,” puji Agustina saat melihat langsung proses produksi.

​Kado 20 Tahun: Revitalisasi Total

​Sejak mulai dikembangkan pada 2006, kawasan ini akhirnya mendapatkan “wajah baru” sebagai kado dua dekade perjalanannya. Transformasi ini meliputi:

 

Jawa Tengah Juara 1 Penyaluran Kredit Perumahan Rp2,3 Triliun, Menteri PKP Puji Kepemimpinan Ahmad Luthfi

    • Ruang Pamer Representatif: Area pameran kini lebih bersih, tertata, dan estetik bagi pengunjung.
    • Kawasan Tertata: Lingkungan yang lebih nyaman bagi pengrajin untuk berkarya.
    • Upgrade Pengetahuan: Rencana pembangunan Museum Batik yang akan menampilkan replika motif Batik Semarang era 1800-1900-an.

“Dulu tempatnya mungkin kurang cantik, sekarang luar biasa cantik. Ada upgrade pengetahuan sejarah dan keahlian di sini,” tambah Agustina.

​Strategi “Endorse” Pemerintah

​Agustina menegaskan bahwa tugas Pemerintah Kota bukan sekadar membangun fisik, melainkan menjadi motor promosi. Fokus utamanya adalah menciptakan ekosistem di mana pelancong merasa aman, nyaman, dan ketagihan untuk kembali berbelanja produk UMKM lokal.

​Dengan perpaduan sejarah abad ke-18 dan teknologi pengolahan limbah masa kini, Kampung Batik Rejomulyo kini siap memantapkan posisinya sebagai destinasi wajib bagi pecinta budaya dan lingkungan di Jawa Tengah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement