Jateng

Program ‘Satu OPD Satu Desa Dampingan’ Pemprov Jateng Sukses Tekan Angka Kemiskinan, Kades Kediri Beri Apresiasi

BERITASEMARANG.ID – Program inovatif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, “Satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satu Desa Dampingan,” terus menunjukkan dampak positif secara nyata. Keberhasilan program ini menuai apresiasi dari jajaran pemerintah desa yang merasakan langsung manfaat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

​Salah satu apresiasi datang dari Kepala Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Kusno. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Biro Umum Pemprov Jateng yang telah memberikan pendampingan intensif sepanjang tahun 2025.

​Manfaat Nyata bagi Warga

​Menurut Kusno, pembinaan dari Pemprov Jateng telah menyentuh berbagai sektor krusial di desanya. Beberapa bantuan yang telah direalisasikan antara lain:

  • Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH): Sebanyak 30 unit rumah diperbaiki dengan alokasi Rp20 juta per unit.
  • Ketahanan Pangan: Penyaluran bantuan sembako dan bibit ikan untuk masyarakat.
  • Pemberdayaan Ekonomi: Program pelatihan dan pendampingan bagi warga desa.

​“Kami sampaikan terima kasih sedalam-dalamnya. Program ini sangat membantu meringankan beban warga kami,” ujar Kusno saat ditemui di Balai Desa Kediri, Kamis (12/2/2026).

​Meski demikian, Kusno berharap kolaborasi ini tetap berlanjut. Ia mengakui masih ada tantangan yang harus diselesaikan, seperti perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, pengelolaan sampah, hingga program jambanisasi.

MUI Jateng Serukan Umat Islam Baca Qunut Nazilah, Kutuk Agresi AS-Israel terhadap Iran

​Komitmen Wagub Taj Yasin: Program Tetap Berlanjut

​Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa program ini akan terus menjadi prioritas dalam agenda pemerintahannya. Sejak diluncurkan pada 2019, program “Satu OPD Satu Desa Dampingan” terbukti efektif dalam mengakselerasi penurunan angka kemiskinan di wilayah Jawa Tengah.

​”Program ini akan terus disesuaikan dengan visi misi kami maupun program tahunan. Kami akan mengarahkan, mengajak, serta melakukan evaluasi berkala,” tegas Gus Yasin, sapaan akrabnya.

​Ia menambahkan, fokus pendampingan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari penguatan infrastruktur, ketahanan pangan, pengembangan pariwisata, hingga stimulasi pertumbuhan ekonomi lokal.

​Capaian dan Target 2026

​Berdasarkan data Pemprov Jateng, sepanjang periode 2019 hingga 2025, tercatat sebanyak 452 desa telah mendapatkan pendampingan. Program ini mencakup berbagai intervensi, mulai dari perbaikan sanitasi hingga pemberdayaan UMKM yang berorientasi ekspor.

​Pada tahun 2026 ini, Pemprov Jateng menargetkan perluasan jangkauan dengan menyasar 76 desa di 16 kabupaten sebagai prioritas pendampingan baru melalui kolaborasi antar-OPD.

MUI Jateng Perkuat Peran Fatwa dan Kolaborasi untuk Entaskan Kemiskinan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement