Jateng

Gubernur Ahmad Luthfi Targetkan Huntara Korban Tanah Gerak Tegal Rampung Sebelum Lebaran

BERITASEMARANG.ID  – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bergerak cepat menangani dampak bencana tanah gerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Dalam tinjauannya pada Rabu (18/2/2026), Luthfi memastikan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) terus dikebut agar warga bisa menempatinya sebelum hari raya Lebaran.

​Pembangunan ini menjadi solusi bagi warga terdampak bencana yang terjadi pada 2 Februari lalu, yang mengakibatkan sekitar 900 rumah rusak dan ratusan keluarga terpaksa mengungsi.

​Konstruksi Cepat “Modular Lite”

​Pemerintah menggunakan teknologi Modular Lite dalam pembangunan ini. Sistem prefabrikasi inovatif tersebut dipilih karena materialnya yang ringan, ringkas, dan praktis, sehingga proses perakitan bisa dilakukan dengan sangat cepat tanpa bergantung pada alat berat.

​Berdasarkan laporan Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian PU, Affi Triato, berikut adalah detail proyek tersebut:

  • Target Waktu: 15 Februari hingga 15 Maret 2026.
  • Kapasitas: Direncanakan 456 unit huntara (tipe 24/36) yang terbagi dalam 38 blok.
  • Keamanan Lahan: Dari total lahan desa seluas 121.820 m², area yang dinyatakan aman oleh Dinas ESDM Jateng adalah seluas 42.720 meter persegi.

​Fasilitas Harus Manusiawi, Luthfi Usul “Mesin Cuci Bersama”

​Gubernur Ahmad Luthfi menekankan bahwa huntara bukan sekadar tempat berteduh, melainkan harus layak huni secara psikologis. Ia meminta fasilitas penunjang seperti jalan, drainase, air bersih, sanitasi, dan rumah ibadah dipersiapkan dengan detail.

Jawa Tengah Juara 1 Penyaluran Kredit Perumahan Rp2,3 Triliun, Menteri PKP Puji Kepemimpinan Ahmad Luthfi

​Bahkan, Luthfi melontarkan ide agar disediakan fasilitas tambahan untuk meringankan beban harian pengungsi.

​”Saya ingin fasilitas umum di huntara ini dibuat detail dan manusiawi. Kalau perlu, bukan hanya fasilitas dasar, tetapi juga mesin cuci bersama, agar warga tidak semakin terbebani,” tegas Luthfi.

​Perhatian Khusus untuk Kelompok Rentan

​Selain infrastruktur fisik, Luthfi menginstruksikan pendataan penghuni dilakukan secara presisi. Prioritas harus diberikan kepada keluarga rentan, seperti perempuan kepala keluarga atau mereka yang ditinggal anggota keluarganya merantau.

​Ia juga mendesak agar perencanaan Hunian Tetap (Huntap) segera disusun tanpa menunggu waktu lama. “Prinsipnya, huntap harus membuat warga mandiri, bukan sekadar memindahkan mereka. Harus dipertimbangkan juga faktor mata pencaharian mereka,” pungkasnya.

Tradisi Bodo Ketupat Dusun Juwono: Rawat Guyub lan Spiritualitas ing Tengah Geliat Kota Semarang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement