BERITASEMARANG.ID – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menggelar simulasi keadaan darurat terintegrasi di Integrated Terminal (IT) Semarang, Juni 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya nyata memperkuat keandalan sistem tanggap darurat dan memantapkan koordinasi lintas instansi saat menghadapi potensi krisis operasional.
Simulasi berskala besar ini melibatkan berbagai pihak krusial, mulai dari Basarnas, TNI/Polri, BPBD Kota Semarang, instansi pemerintah, hingga tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan setempat.
Skenario simulasi dirancang mendekati kondisi riil yang kompleks. Insiden dimulai dengan terjadinya overpressure (tekanan berlebih) pada jalur penerimaan di IT Semarang. Sistem tanggap darurat langsung aktif dan operasional dihentikan sementara demi keselamatan fasilitas serta personel.
Dampak overpressure tersebut memicu kebocoran pada block valve di area Hutan Mangrove Tambakrejo dan fasilitas Single Point Mooring (SPM) 50.000 DWT. Tim Emergency Response bergerak cepat melokalisasi tumpahan minyak menggunakan oil boom.
Situasi kian menantang saat beberapa nelayan mendekati lokasi tumpahan. Akibat puntung rokok, salah satu kapal nelayan mengalami kebakaran hebat. Petugas dengan sigap mengevakuasi nelayan yang melompat ke laut dan langsung memberikan penanganan medis darurat (medical evacuation).
Area Manager Communication, Relation, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menegaskan bahwa simulasi rutin ini sangat vital untuk menguji pola komunikasi antar-unsur saat situasi kritis.
”Pada saat keadaan darurat yang sebenarnya, hal yang terpenting adalah koordinasi dan komunikasi. Dalam situasi emergency, penanganan seringkali diperparah atau diperlama jika koordinasinya kurang akibat kepanikan. Karena itu, penting bagi kami melatih dan membiasakan pola ini agar penanganan kejadian lebih efektif dan efisien,” ujar Taufiq.
Ia menambahkan, agenda ini bertujuan menguji efektivitas prosedur tanggap darurat sekaligus memastikan setiap personel memahami peran serta tanggung jawabnya masing-masing.
Aksi tanggap Pertamina ini mendapat respons positif dari instansi kesiapsiagaan bencana. Koordinator Lapangan BPBD Kota Semarang, Afgan Ilham Widiatmoko, mengapresiasi langkah Pertamina yang merangkul masyarakat di wilayah ring satu operasional.
”Simulasi ini menjadi sarana yang sangat baik untuk memperkuat sinergi antara Pertamina, BPBD, pemerintah kelurahan, dan warga sekitar dalam membangun ketangguhan menghadapi potensi bahaya,” kata Afgan.
Senada dengan BPBD, Rescuer Terampil Kantor SAR Semarang, Fajar Kurnianto, menyatakan proses evakuasi korban cedera serius dalam simulasi ini berjalan optimal berkat kerja sama tim yang solid.
”Secara keseluruhan pelaksanaan simulasi berjalan baik. Koordinasi yang solid antara tim penyelamat, medis, dan seluruh unsur terkait membuat proses penanganan korban berlangsung aman dan lancar,” jelas Fajar.
Melalui komitmen simulasi berkala ini, Pertamina Patra Niaga terus berupaya menjaga aspek keselamatan kerja (HSSE), perlindungan lingkungan sekitar, keamanan aset nasional, serta keandalan pasokan energi untuk masyarakat.

Komentar