Jateng

​Bukan Sekadar Bantuan, Pemprov Jateng Hidupkan Ekonomi Desa Minggarharjo  

BERITASEMARANG.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus menggeber strategi pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan. Melalui Program Desa Dampingan, RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta menerjunkan intervensi ekonomi dan sosial berkelanjutan di Desa Minggarharjo, Kecamatan Eromoko, Wonogiri.

​Langkah intervensi tersebut ditinjau langsung oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, Kamis (13/8). Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini menegaskan, penanganan kemiskinan tidak bisa mengandalkan bantuan instan semata, melainkan butuh kolaborasi Lintas sektoral agar bantuan berubah menjadi aset produktif.

​”Tujuan kita memberikan bantuan kelompok-kelompok usaha bersama ini supaya menjadi income (pendapatan). Bantuan pemerintah tidak boleh berhenti sebagai barang yang diterima, tapi harus berkembang,” tegas Gus Yasin.

​Pemilihan lokasi intervensi didasari pemetaan wilayah. Meski angka kemiskinan Jateng turun menjadi 9,21%, angka kemiskinan Wonogiri masih berada di angka 9,59%, dengan Kecamatan Eromoko sebagai salah satu wilayah prioritas.

​Guna mendongkrak perekonomian warga, disalurkan total bantuan sekitar Rp511,11 juta yang bersumber dari sinergi Pemprov Jateng, BUMD, dan dunia usaha:

​Sinergi Lintas Elemen Unnes: Kampanye Anti NAPZA Hingga Peduli Lingkungan Lewat Pembagian Tas  

​Pemprov Jateng / RSJD: Bantuan RTLH (Rp40 juta), Kelompok Usaha Bersama/KUBE (Rp20 juta), modal usaha (Rp12 juta), dan jambanisasi (Rp19,11 juta).

​PT Djarum (CSR): 5 unit Rumah Sederhana Layak Huni (Rp370 juta).

​PT Jamkrida Jateng: 15 unit jambanisasi (Rp50 juta).

​Solusi Komprehensif: Peternakan hingga Kesehatan

​Direktur RSJD dr. Arif Zainudin, Setyowati Raharjo, menjelaskan pendampingan telah berjalan sejak Januari. Intervensi disesuaikan dengan hasil asesmen kebutuhan warga:

Era Baru Fotografi Flagship: HUAWEI Pura 90s Series Resmi Mendarat di Indonesia  

​Peternakan & Pertanian: Penyerahan 3 unit mesin pencacah rumput dan pengolah kompos untuk memodernisasi pakan serta menekan biaya operasional.

​UMKM: Pelatihan dan pendampingan pemasaran bagi perajin rengginang, wayang kulit, dan batik tulis yang sebelumnya bertumpu pada sistem pemesanan konvensional.

​Kesehatan: Penanganan khusus bagi 8 balita berisiko stunting, 3 baduta stunting, serta pendampingan kesehatan jiwa.

​Kepala Desa Minggarharjo, Tri Wiyono, menyambut baik program yang menyentuh celah anggaran desa ini. Ia berharap pendampingan terus berlanjut hingga seluruh warga benar-benar mandiri secara ekonomi.

Sinyal Telkomsel Menembus Perbukitan Gunungwangi Purworejo  

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement