Ekonomi Nasional

Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, KSSK Waspadai Gejolak Timur Tengah

BERITASEMARANG.ID – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan stabilitas sistem keuangan Indonesia pada triwulan I-2026 tetap terjaga meski dihantam ketidakpastian global. Ketahanan ini didukung oleh sinergi kebijakan fiskal dan moneter di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas pasar keuangan.

Purbaya, ​Menteri Keuangan selaku Ketua KSSK mengungkapkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh kuat sebesar 5,61% (yoy) pada triwulan I-2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 5,39%. Akselerasi ini didorong oleh konsumsi rumah tangga yang solid serta realisasi belanja pemerintah untuk program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

​”KSSK terus mencermati dinamika global, terutama lonjakan harga energi dan inflasi dunia yang diprediksi meningkat akibat gangguan pasokan. Namun, fundamental domestik kita tetap kokoh,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (7/5).

​Sinergi Menjaga Rupiah

Meskipun sempat terjadi tekanan pada nilai tukar Rupiah yang mencapai Rp16.995 per dolar AS di akhir Maret, Bank Indonesia (BI) telah memperkuat langkah stabilisasi. Hasilnya, Rupiah mulai bergerak stabil di level Rp17.415 pada awal Mei 2026, didukung oleh kembalinya aliran modal asing (net inflow) sebesar USD3,3 miliar pada bulan April.

Viral Mobil MPV Nekat Terobos Palang Pintu di Jalan Layur Semarang, KAI Angkat Bicara

​Di sisi inflasi, Indonesia mencatatkan performa impresif dengan inflasi April 2026 yang turun menjadi 2,42% (yoy). Penurunan ini dipicu oleh normalisasi permintaan pasca-Idulfitri serta keberhasilan panen raya yang menjaga harga pangan.

​Fiskal Sebagai Penyangga

Pemerintah berkomitmen menjadikan APBN sebagai shock absorber untuk meredam dampak kenaikan harga minyak dunia. Hingga triwulan I-2026, pendapatan negara tercatat tumbuh 10,5% mencapai Rp574,9 triliun. Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi akan tetap stabil dan defisit fiskal tetap terjaga di bawah 3% PDB melalui efisiensi belanja.

​KSSK yang terdiri dari Kemenkeu, BI, OJK, dan LPS menegaskan akan terus melakukan mitigasi risiko secara terkoordinasi guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun yang diprakirakan mencapai 5,4%.

Cetak Sejarah, Hyundai Kerahkan Armada Terbesar dan Robot Pintar di FIFA World Cup 2026™

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement