BERITASEMARANG.ID – Universitas Semarang (USM) berhasil meraih juara pertama kategori Inovasi Pangan tingkat mahasiswa dalam ajang Agrichfest V 2026. Kompetisi yang digelar di Auditorium Ir Widjatmoko USM pada 14 Oktober 2026 itu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi di bidang pangan.
Tim USM yang beranggotakan Ulin Ni’mah dan Fifi Mafawiza sukses meraih posisi tertinggi melalui inovasi pangan bertajuk Uwiz. Sementara itu, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) memborong posisi juara kedua dan ketiga.
Juara kedua diraih tim Kakof yang terdiri atas Faurus Wijaya, Septa Yufi K, dan Indri Apriliasari. Adapun juara ketiga ditempati tim Kokatul yang beranggotakan Naura Sahar B, Arina Aini N.K., dan Cintami Mega A.S.
Agrichfest V 2026 diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) USM bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTP dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (Himmateta).
Ketua Panitia, Shalih Ilham Zulmi, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses. Dia menyampaikan apresiasi kepada peserta yang telah berpartisipasi serta panitia yang bekerja keras menyukseskan acara tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober 2026.
“Kami berharap kegiatan ini bermanfaat bagi mahasiswa, khususnya yang ingin mengembangkan potensinya dalam bidang pangan,” ujarnya.
Dorong Inovasi Pangan dan Kompetensi Mahasiswa
Dekan FTP USM, Prof Dr Ir Rohadi MP, menekankan pentingnya penerapan ilmu teknologi pangan dalam berbagai bidang industri, termasuk industri kopi dan profesi barista.
Menurut Rohadi, profesi barista merupakan pekerjaan multidisiplin. Namun, ilmu teknologi pangan atau food science memiliki peran dominan dalam menghasilkan produk kopi berkualitas.
“Kopi adalah komoditas pangan hasil perkebunan,” jelasnya.
Dia menerangkan, mahasiswa program studi S1 Teknologi Hasil Pertanian (THP) atau Teknologi Pangan dibekali sejumlah mata kuliah yang relevan dengan industri kopi, antara lain Teknologi Pengolahan Kopi, Teknologi Pengolahan Teh, serta Teknologi Hasil Perkebunan.
Pembelajaran tersebut mencakup berbagai tahapan pengolahan, mulai dari proses pascapanen untuk mengubah kopi gelondong menjadi kopi beras (green bean), fermentasi, penyangraian (roasting), penggilingan, ekstraksi atau penyeduhan, hingga pencampuran dan penyajian produk.
Seluruh tahapan tersebut, lanjutnya, membutuhkan penerapan ilmu teknologi pangan. Karena itu, tidak mengherankan apabila banyak alumni FTP USM yang sukses dan terjun langsung ke industri kopi.
Melalui Agrichfest 2026, Rohadi berharap semakin banyak inovasi pangan baru yang ramah lingkungan, konten edukatif yang menginspirasi, serta barista andal dengan landasan keilmuan pangan yang kuat.
SMKN 1 Temanggung Juara Inovasi Pangan Siswa
Selain kategori mahasiswa, Agrichfest V 2026 juga menghadirkan kompetisi inovasi pangan tingkat siswa. SMKN 1 Temanggung berhasil meraih juara pertama melalui produk abon kulit nanas.
Tim pemenang terdiri atas Achmad Fakhri Najai, Olivia Azzahra, dan Mazaya Nadine L. Juara kedua diraih SMAN 2 Semarang melalui inovasi abon berbahan dasar bagian putih kulit durian. Tim ini beranggotakan Kaylila Nazwa P.F., Nadine Reisha A., dan Giorvano Julian S.
Sementara itu, juara ketiga diraih SMKN Jateng Pati melalui produk Daecrust, yang dikembangkan oleh Bunga Alfia Fitriani, Dinar Pamuji, dan Kirana Aureliya.
Adapun gelar Juara Favorit Konten Kreator diraih SMKN 1 Jepara melalui Ahmad Khoiril Anam dan Sania Aqilla D.M. Beragam inovasi tersebut menunjukkan potensi generasi muda dalam mengembangkan produk pangan kreatif, termasuk pemanfaatan bahan yang selama ini kurang dimaksimalkan, seperti kulit nanas dan bagian putih kulit durian.
Melalui penyelenggaraan Agrichfest V 2026, USM berharap kreativitas siswa dan mahasiswa semakin berkembang sehingga mampu menghasilkan inovasi pangan yang bernilai tambah, berdaya saing, dan mendukung pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Komentar