BERITASEMARANG.ID – Menjadi petugas haji bukan sekadar tiket gratis menuju Tanah Suci. Hal ini ditegaskan dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Kloter Tahun 1447 H/2026 M yang digelar di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.
Dalam sesi materi “Arah dan Kebijakan Layanan Haji”, Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah, Akhmad Fauzin, memberikan pesan menohok bagi para calon petugas: Luruskan niat.
Melayani, Bukan Dilayani
Akhmad Fauzin menekankan bahwa amanah sebagai petugas haji adalah tentang dedikasi total. Ia meminta peserta membuang jauh-jauh pikiran bahwa tugas ini adalah kesempatan untuk fokus beribadah secara pribadi.
“Petugas haji harus berniat melayani jemaah, bukan berniat untuk berhaji. Kita ditugaskan untuk melayani tamu Allah, dan itu adalah amanah besar,” tegas Fauzin.
Ia mengingatkan bahwa petugas dituntut peka terhadap dinamika lapangan yang sering kali tak terduga, mulai dari masa keberangkatan hingga kepulangan ke tanah air. Keselamatan dan kenyamanan jemaah harus menjadi prioritas di atas kepentingan pribadi.
Konsep ‘SKA’: Senjata Petugas Haji di Era Digital
Menghadapi tantangan zaman, petugas haji tahun 2026 kini dibekali dengan konsep SKA. Konsep ini dirancang agar petugas tidak hanya tangkas secara fisik, tapi juga cerdas secara digital:
- Skill (Keterampilan): Petugas wajib melek teknologi (tidak gaptek). Mampu mengoperasikan perangkat digital dan aplikasi pendukung layanan haji.
- Knowledge (Pengetahuan): Memiliki pemahaman kuat soal administrasi, manasik haji, hingga alur ibadah.
- Attitude (Sikap): Ini adalah kunci utama. Integritas dan etika sebagai pelayan tamu Allah.
“Orang yang punya attitude dan integritas tidak akan tersingkir. Pengetahuan dan keterampilan itu penting, tapi sikap adalah kunci,” tambahnya.
Jadi ‘Duta Informasi’ di Media Sosial
Di era banjir informasi, Fauzin juga mendorong para petugas untuk aktif menjadi konten kreator positif. Alih-alih hanya mengunggah konten pribadi, petugas diharapkan mampu memberikan edukasi yang akurat kepada masyarakat mengenai proses penyelenggaraan haji.
“Jadilah konten kreator yang memberikan informasi positif tentang penyelenggaraan haji, dari tanah air, di Arab Saudi, sampai kembali ke Indonesia,” ungkapnya.
Penutup: Melayani dengan Hati
Menutup arahannya, Fauzin mengajak seluruh peserta Diklat untuk menanamkan empati yang mendalam. Ia berharap petugas melihat jemaah sebagai keluarga sendiri.
”Layani jemaah seperti kita melayani orang tua dan saudara sendiri. Tunjukkan bahwa PPIH adalah pilihan Allah untuk melayani tamu-Nya. Layani dengan hati, bekerja dengan akal sehat,” pungkas Fauzin.

Komentar