BERITASEMARANG.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempertegas komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui penguatan regenerasi petani dan percepatan inovasi teknologi. Langkah strategis ini diambil guna memastikan keberlanjutan sektor pertanian di tengah tantangan perubahan iklim dan alih fungsi lahan.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa regenerasi merupakan kunci utama mewujudkan swasembada pangan. Hal tersebut disampaikannya saat mewakili Gubernur dalam Apel Siaga Penyuluh Pertanian dan Petani Milenial di Agro Center Soropadan, Temanggung, Jumat (24/4).
”Regenerasi ini menjadi kunci. Dengan SDM baru yang lebih adaptif terhadap teknologi, kita optimistis pertanian akan semakin efisien dan produktif,” ujar Sumarno.
Menepis Stigma, Merangkul Teknologi
Saat ini, Jawa Tengah memiliki sekitar 630.000 petani milenial. Kehadiran mereka diharapkan mampu memutus dominasi usia petani saat ini yang mayoritas berada di rentang 40 hingga 60 tahun.
Ketua Umum Petani Milenial, Rayndra Syahdan Mahmudin, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya mengubah stigma negatif profesi petani di mata generasi muda. Sejak 2019, jaringan petani muda di Jateng telah berkembang hingga hampir 35.000 orang.
“Kami ingin mengubah stigma bahwa bertani itu kotor atau tidak keren. Bertani adalah profesi produktif dan menjanjikan,” tegas Rayndra.
Proyeksi Produksi 2026
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, memaparkan data optimis terkait target pangan tahun ini:
- Target Luas Tanam Padi: 2,38 juta hektare (Realisasi saat ini: 683.782 ha).
- Laju Tanam: 7.000 hingga 8.000 hektare per hari.
- Proyeksi Produksi Padi (Mei 2026): 4,69 juta ton GKG (dari target total 10,55 juta ton).
- Kontribusi Nasional: Jateng menyumbang 63,9% produksi bawang putih nasional.
Proteksi Lahan dan Inovasi “Sepur”
Selain fokus pada SDM, Pemprov Jateng tengah melakukan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk memperketat perlindungan lahan pertanian agar tidak beralih fungsi.
Dalam hal teknis, Dinas Pertanian memperkenalkan sistem “Sepur” (Sistem Percepatan Tanam Berkelanjutan). Pola ini mengintegrasikan proses panen hingga tanam kembali secara cepat untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan sepanjang tahun.
Melalui kolaborasi antara 300 penyuluh pertanian dan 300 Duta Petani Milenial yang hadir dalam apel tersebut, Jawa Tengah menargetkan posisi sebagai lumbung pangan nasional tetap kokoh dan berkelanjutan. (Humas/Red)

Komentar