Serambi Islam

Kisah Inspiratif Muhammad Rinaldo, Barista Muda yang Jadi Muazin Saat Ibadah Haji 2026

BERITASEMARANG.ID – Tidak semua perjalanan besar dimulai dari kemewahan. Terkadang, Allah SWT memilih hamba-Nya melalui jalan kesederhanaan, kerja keras, dan ketulusan hati. Inilah yang dialami oleh Muhammad Rinaldo, seorang pemuda yang sehari-hari berprofesi sebagai barista, namun berhasil mendapatkan kesempatan emas menjadi tamu Allah untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun 1447 H / 2026 M.

​Kisah Rinaldo menjadi bukti nyata bahwa profesi apa pun bukanlah penghalang jika Sang Pencipta telah berkehendak memanggil hamba-Nya ke Baitullah.

​Perjalanan spiritual Rinaldo intensif dimulai pada awal Mei 2026 saat ia mengikuti kegiatan manasik haji. Dengan penuh kesungguhan, ia mempelajari setiap detail tahapan ibadah, mulai dari cara mengenakan kain ihram, tata cara thawaf, sa’i, hingga puncak ibadah haji.

​Semangat belajar dan rasa ingin tahunya yang tinggi rupanya menarik perhatian pembimbing ibadah. Di akhir kegiatan, Rinaldo mendapatkan kejutan berupa hadiah istimewa dari sang ustaz.

​”Untuk Pak Rinaldo, karena begitu semangat dan antusias sejak hari pertama,” ujar pembimbing sambil menyerahkan sebuah Al-Qur’an.

Hadiri Silatnas Annitho Aswaja, Taj Yasin Kumpul Bareng Ribuan Anggota Thariqah di Semarang

​Dengan penuh haru, Rinaldo menerima dan mendekap Al-Qur’an tersebut. Kitab suci itu kelak menjadi teman perjalanan terbaiknya selama di Tanah Suci.

​Hari yang dinantikan akhirnya tiba. Pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 00.30 WIB, Rinaldo bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta menggunakan maskapai Emirates Airlines. Isak haru dan lantunan talbiyah dari keluarga mengiringi langkahnya.

​Perjalanan udara yang panjang menjadi ujian kesabaran pertama bagi Rinaldo. Dengan postur tubuhnya yang tinggi, ruang kursi pesawat terasa terbatas dan membuatnya sulit beristirahat. Namun, alih-alih mengeluh, ia memilih membuka Al-Qur’an hadiah dari pembimbingnya untuk menenangkan hati.

​Saat transit di Doha, Qatar, Rinaldo bersiap mengambil miqat. Ia menanggalkan pakaian sehari-harinya dan menggantinya dengan dua lembar kain ihram putih tanpa jahitan—sebuah simbol kesetaraan seluruh umat manusia di hadapan Allah SWT.

​Dengan hati bergetar, ia melafalkan kalimat talbiyah:

Jelang Muktamar VIII IPHI, Prof Imam Taufiq Dorong Penguatan Peran Organisasi dalam Pembinaan Haji

“Labbaik Allahumma labbaik… Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah.”

​Setibanya di Tanah Suci, didampingi oleh pembimbing ibadah haji Ustaz Hasan Gaido serta pimpinan rombongan Ustaz Acung Wahyu, Rinaldo berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji tamattu’ dengan lancar. Mulai dari umrah, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, melontar jumrah, hingga thawaf ifadhah dan sa’i.

​Namun, ada satu momen yang paling berkesan dan membekas di hati barista muda ini. Allah SWT memberikan kesempatan langka bagi Rinaldo untuk mengumandangkan azan (menjadi muazin) langsung di Makkah. Suara panggilan salat yang biasanya hanya ia dengar, kini menggema langsung dari lisan dan dadanya di tanah paling suci di bumi.

​Kisah Muhammad Rinaldo mengirimkan pesan kuat kepada generasi muda, khususnya para pekerja keras di industri kreatif dan kuliner, bahwa tidak ada yang mustahil jika sudah melibatkan doa dan keyakinan.

​Semoga perjalanan haji Muhammad Rinaldo dan seluruh jemaah Indonesia menjadi haji yang mabrur, serta membawa berkah dan kebaikan yang luas bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan umat.

Wali kota Agustina Apresiasi Karang Taruna Lestarikan Tradisi Budaya Jaranan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement