Jateng Serambi Islam

Luncurkan Kurikulum Koperasi di Jateng, Menag Dorong Pesantren dan Masjid Bangun Badan Usaha

BERITASEMARANG.ID — Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, memberikan pandangan mendalam dan inovatif dalam acara Peluncuran (Launching) Insersi Pendidikan Perkoperasian Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, pada Jumat (5/6/2026).

​Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa esensi koperasi sebenarnya sangat lekat dengan ajaran Islam. Secara berani dan filosofis, ia menyebut salah satu surah dalam Al-Qur’an, yakni Surah Al-Ma’un, sebagai “Surah Koperasi”.

​”Substansi agama itu adalah koperasi sendiri. Di dalam Al-Qur’an, bahkan ada ‘Surah Koperasi’, yaitu Surah Al-Ma’un. Surah ini menyindir orang yang salat tetapi celaka karena tidak memikirkan lingkungan sekitarnya, membiarkan masyarakat tidak kooperatif, dan punya potensi tapi tidak berbagi dengan yang lain,” ujar Menag Prof Nasaruddin.

​Targetkan 54 Ribu Koperasi Masjid di Jawa Tengah

​Bukan sekadar wacana teoritis, Menag mendorong implementasi nyata penguatan ekonomi umat berbasis tempat ibadah. Melihat potensi besar di Jawa Tengah yang memiliki sekitar 54.000 masjid dan 5.445 pondok pesantren, ia optimistis gerakan koperasi ini bisa mendobrak kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Hadiri Silatnas Annitho Aswaja, Taj Yasin Kumpul Bareng Ribuan Anggota Thariqah di Semarang

​”Bayangkan kalau setiap masjid di Jawa Tengah nanti kita bangun koperasi seperti koperasinya Rasulullah. Insyaallah, kalau Jawa Tengah mampu memberdayakan masjid sebagai pusat koperasi masyarakat, separuh pasar retail bisa kita kuasai untuk memberdayakan masyarakat kita,” tuturnya optimis.

​Ia mencontohkan keberhasilan Masjid Istiqlal Jakarta yang kini telah mandiri dan masuk ke bursa modal. Konsep yang ditawarkan Menag adalah sistem belanja “Membeli Sambil Beramal”. Melalui kerja sama dengan PT Pos dan penyedia kebutuhan pokok, jamaah bisa memesan kebutuhan sehari-hari seperti minyak dan LPG langsung di masjid terdekat, dengan pengiriman cepat.

​”Membeli sambil beramal, pasti halal, dan keuntungannya kembali ke masjid. Kalau kas masjidnya kuat, insentif untuk para ulama dan khatibnya pun bisa lebih tebal,” canda Menag disambut tawa hadirin.

​Integrasi Kurikulum Tanpa Mata Pelajaran Baru

​Program Insersi Pendidikan Perkoperasian Jawa Tengah ini merupakan kolaborasi strategis antara Pemprov Jateng, Kemenag, Kemenkop, dan Kemendikdasmen.

Jelang Muktamar VIII IPHI, Prof Imam Taufiq Dorong Penguatan Peran Organisasi dalam Pembinaan Haji

​Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Eddy S. Bramiyanto, SE, MM, melaporkan bahwa program ini bertujuan mengenalkan nilai gotong royong kepada generasi muda sejak dini. Materi perkoperasian akan disisipkan (di-insert) ke dalam pembelajaran di seluruh jenjang pendidikan—termasuk Madrasah Aliyah Negeri (MAN)—tanpa menambah mata pelajaran baru, efektif pada tahun ajaran 2026/2027. Program ini menyasar sekitar 6,7 juta peserta didik di Jawa Tengah.

​Dukungan Penuh Pemprov Jateng dan Kemenkop

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan kesiapannya menjalankan kebijakan pusat ini guna mendobrak kesejahteraan masyarakat melalui program seperti ‘Koperasi Merah Putih’.

​Senada dengan hal tersebut, Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa koperasi harus menjadi solusi konkret mengentaskan kemiskinan sesuai Pancasila. Ke depan, Kemenkop memproyeksikan koperasi tidak hanya mengelola usaha kecil, tetapi juga merambah sektor besar seperti pertambangan dan minyak sawit. Atas inisiatif luar biasa ini, Kemenkop juga mengumumkan akan memberikan penghargaan pejuang koperasi kepada Gubernur Ahmad Luthfi pada Hari Koperasi 12 Juli mendatang.

Wali kota Agustina Apresiasi Karang Taruna Lestarikan Tradisi Budaya Jaranan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement