Ekonomi Jateng

Ekonomi Jawa Tengah Awal 2026 Melaju Kencang, Belanja Negara Jadi Motor Penggerak Utama

BERITASEMARANG.ID – Perekonomian Jawa Tengah mengawali tahun anggaran 2026 dengan catatan impresif. Didorong oleh realisasi belanja negara yang agresif dan indikator makro yang stabil, provinsi ini menunjukkan ketahanan ekonomi yang solid di tengah dinamika global.

​Berdasarkan data fiskal regional hingga 31 Januari 2026, APBN terus menjalankan fungsinya sebagai instrumen stabilisasi dan akselerator aktivitas ekonomi daerah.

​Jawa Tengah mencatatkan pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 sebesar 5,84% (yoy), dengan angka kumulatif tahunan mencapai 5,37% (ctc). Capaian ini tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional, menandakan momentum ekspansi yang terus berlanjut di wilayah ini.

​Optimisme masyarakat juga terpantau tinggi, terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 yang meroket ke angka 130,8. Dari sisi inflasi, Jawa Tengah berhasil menjaga stabilitas harga dengan angka inflasi tahunan 2,83% (yoy) dan mengalami deflasi sebesar 0,35% secara bulanan (mtm).

​Hingga akhir Januari 2026, Pendapatan Negara di Jawa Tengah tercatat mencapai Rp7,49 triliun atau 5,82% dari target. Meski penerimaan perpajakan mengalami kontraksi musiman, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) justru tumbuh perkasa sebesar 21,28% (yoy), yang didorong oleh pendapatan layanan BLU.

MUI Jateng Serukan Umat Islam Baca Qunut Nazilah, Kutuk Agresi AS-Israel terhadap Iran

​Di sisi pengeluaran, Belanja Negara menjadi sorotan utama dengan realisasi mencapai Rp10,75 triliun (11,35% dari pagu). Akselerasi ini didorong oleh:

  • Belanja K/L: Tumbuh 12,21% (yoy), terutama pada belanja modal akibat percepatan kontrak kerja di awal tahun.
  • Transfer ke Daerah (TKD): Terealisasi sebesar Rp9,47 triliun, yang menjadi penyangga utama pendanaan pemerintah daerah.

​Satu terobosan strategis yang mulai dijalankan adalah penguatan ketahanan fiskal melalui program Karbon Biru, sesuai Perpres 110/2025. Dengan potensi 31 ribu hektare mangrove, Jawa Tengah membidik peluang pendapatan baru dari pasar karbon internasional sekaligus mengurangi beban biaya penanganan abrasi dan rob.

​Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pendapatan nelayan dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pesisir dalam jangka panjang.

​Sektor UMKM tetap menjadi pilar kekuatan ekonomi rakyat. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah awal tahun ini mencapai Rp4,10 triliun yang menyasar 77.423 debitur. Angka ini tumbuh signifikan sebesar 24,70% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

​Meskipun penyaluran Kredit Ultra Mikro (UMi) sempat mengalami kontraksi tipis, pemerintah berkomitmen untuk melakukan percepatan penyaluran pada triwulan berikutnya guna memperluas basis ekonomi produktif.

MUI Jateng Perkuat Peran Fatwa dan Kolaborasi untuk Entaskan Kemiskinan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement