BERITASEMARANG.ID – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah terus memacu akselerasi pembangunan Zona Integritas (ZI). Sebagai langkah konkret, Kanwil Kemenag Jateng menggelar agenda Reviu Standar Pelayanan guna memastikan layanan publik tetap relevan, adaptif, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Majeng pada Selasa (5/5/2026) ini menekankan bahwa standar pelayanan bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan instrumen dinamis yang harus terus dievaluasi.
Inovasi Digital di Tengah Keterbatasan
Koordinator Pokja Pelayanan Publik (Area 6), Karbono, menegaskan bahwa setiap unit kerja wajib melakukan audit mandiri terhadap prosedur yang ada. Menurutnya, penyederhanaan birokrasi adalah kunci utama.
”Perlu kita lihat kembali mana standar layanan yang masih relevan dan mana yang perlu dikurangi atau disederhanakan. Sebaliknya, aspek yang memang dibutuhkan masyarakat saat ini harus segera ditambahkan,” tegas Karbono.
Ia juga menyinggung strategi menghadapi keterbatasan anggaran dengan mengoptimalkan transformasi digital. Pemanfaatan media sosial dan penguatan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Online dinilai sebagai solusi cerdas untuk menjaga keterbukaan informasi publik tanpa bergantung sepenuhnya pada pendanaan konvensional.
Layanan Inklusif untuk Kelompok Rentan
Salah satu poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah penyusunan standar pelayanan yang ramah kelompok rentan. Kanwil Kemenag Jateng berkomitmen memberikan akses yang adil bagi:
-. Lanjut usia (Lansia)
-. Ibu hamil dan menyusui
-. Anak-anak
-. Penyandang disabilitas
-. Korban bencana alam
Penyediaan fasilitas dan prosedur khusus ini diharapkan dapat menghapus diskriminasi, sehingga seluruh warga negara mendapatkan hak pelayanan yang sama nyamannya.
Menuju WBK dan WBBM
Upaya reviu ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) Kanwil Kemenag Jateng dalam meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Melalui standarisasi yang lebih ketat namun fleksibel secara digital, Kemenag Jateng optimistis dapat menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga menyentuh kebutuhan rill masyarakat di era modern.

Komentar